informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

10 Kunci Sukses Mengenalkan MPASI Pertama Pada Bayi

Kebutuhan nutrisi si kecil sangat penting dipenuhi dalam masa perkembangannya. Nutrisi merupakan investasi bagi kecerdasan bayi. Memberi makan pada bayi tidak hanya sekedar memberi asupan makanan, tapi juga berkaitan dengan proses makan (behavioral) dan fungsi faal tubuh (fisiologis).

Usia bayi 0-2 tahun merupakan usia kritis bagi tercapainya kualitas pertumbuhan bayi yang optimal. Banyak penelitian menunjukkan bahwa periode 2 tahun ini seringkali terjadi gangguang pertumbuhan, kekurangan mikronutrien dan penyakit infeksi fatal.

Menurut Martorel et Al (1994), gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak dibawah 2 ahun akan sulit diperbaiki. Pertumbuhan yang terganggu dapat mengakibatkan tubuhnya kecil.

Kebutuhan Nutrisi Anak  

Makanan Bergizi untuk Anak/CC0/jill111
Makanan Bergizi untuk Anak/CC0/jill111

Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak, WHO merekomendasikan agar bayi mendapat makanan padat (MPASI) pertama pada usia 6 bulan atau 180 hari. Kebutuhan bahan makanan perlu diperhatikan karena bayi masih makan dengan porsi yang sedikit padahal kebutuhan nutrisinya cukup tinggi.

Baca Juga:

7 Jenis MPASI Buah yang Baik untuk Bayi

Alat Makan dan Alat Tempur MPASI yang Perlu Anda Siapkan

Panduan Menyimpan MPASI Rumahan

Panduan MPASI dengan Metode WHO Edisi Lengkap

Dalam mempersiapkan MPASI pertama bagi sikecil, anda harus memperhatikan beberapa hal agar sikecil tertarik dengan makanannya. Dilansir dari M&B UK melalui mothrandbaby.co.id, berikut beberapa langkah agar bayi tertarik dengan makanannya:

  1. Tenang dan tersenyum

Anda akan mengenalkan sesuatu yang penting bagi kehidupan sikecil, jadi cobalah untuk tetap tenang dan selalu tersenyum. Si kecil akan memahami ekspresi anda ketimbang apa yang anda ucapkan. Jika anda nampak ragu dan cemas ketika menyuapi sikecil, ia juga merasa khawatir jika sesuatu yang buruk akan terjadi. Senyuman akan membuat bayi merasa tenang dan nyaman.

  1. Berikan Beras

Beras tetap menjadi MPASI yang paling baik bagi bayi. Rasa beras yang netral memudahkan anda dalam mencampurnya dengan jenis makanan lain. Tektur nasi yang dilembutkan juga cocok untuk bayi. Encerkan nasi dengan saringan kawat hingga menyerupai susu kemudian bertahap berikan yang lebih padat.

  1. Jangan Marah

Bayi makan berantakan saat MPASI Pertama/CC0/Ajale
Bayi makan berantakan saat MPASI Pertama/CC0/Ajale

Jangan marah saat sikecil makan semua jadi berantakan. Nikmati setiap momen bersama sikecil, semua akan berlangsung begitu cepat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa saat belajar makan sikecil beratakan, saat dewasa ia kan tumbuh menjadi anak yang kreatif.

Untuk mengantisipasi kekacauan di meja makan, alasi permukaan meja dan sekitar kursi bayi dengan plastik agar anda lebih mudah membersihkannya. Jangan lupa pakaikan celemek untuk sikecil.

  1. Pelan – pelan

Dalam buku Baby-Led Weaning, Tracey Murkett menyatakan bahwa bayi sebenarnya memperlajari ketrampilan yang berharga ketika makan, misalnya menggenggam dan mengunyah makanan. Biarkan ia makan dengan caranya sendiri agar ia punya banyak waktu berkonsentrasi. Hal ini juga dapat membuat sikecil memahami tubuhnya sendiri, ia akan paham kapan ia merasa kenyang.

  1. Jangan Permasalahkan Porsi Saat MPASI Pertama

Jangan khawatir dengan porsi makan bayi. Jika ia makan sangat banyak, ia akan minum sedikit ASI. Begitu pula sebaliknya. Semua akan seimbang. Jadikan pemberian MPASI pertama sebagai kegiatan untuk belajar ketrampilan baru, bukan sebagai kompetisi makan sebanyak mungkin.

  1. Ingat! Sesi MPASI Pertama Hanya Pengenalan

MPASI merupakan tahap penting sebagai pengenalan makanan pada bagi bayi. anda harus selalu ingat itu. Jangan berpikir jika membuat bayi merasa lapar bayi akan makan pada percobaan pertama. Tetap berikan ASI sebelum sesi makan pertamanya agar ia tidak merasa kesal karena belum mampu menelan makanan padatnya. Pengenalan MPASI pertama tidak perpaku pada keharusan makan tapi lebih kepada pengenalan tekstur dan rasa makanan lain selain ASI.

  1. Terus Berlatih

Jangan khawatir saat belajar makan, makanan sikecil kerap keluar lagi. Sikecil perlu banyak latihan. Ia membutuhkan waktu untuk belajar menggerakkan lidahnya ke belakang untuk menelan makanannya. Pasalnya, bayi biasa mendorong lidahnya keluar saat menyusu.

  1. Campur Makanannya

Bubur MPASI/CC0/Yess
Bubur MPASI/CC0/Yess

Jika bayi anda menolak pada jenis makanan tertentu, cobalah untuk mengkombinasikan beberapa rasa baru dengan jenis makanan yang ia sukai. Misalnya, jika sikecil tak suka pisang tapi menyukai alpukat, anda bisa mencampurkan keduanya. Kemudian, kurangi takaran alpukat agar ia mulai belajar menyukai pisang.

  1. Makan Bersama Teman-teman

Cara paling efektif mengajak bayi makan adalah dengan mengajak makan bersama teman-temannya. Bayi anda akan termotivasi melakukan hal yang sama dengan teman-temannya. Jika ada anak yang lebih besar dari bayi anda, ajak makan bersama agar bayi anda juga bersemangat.

  1. Seimbangkan Rasa Manis

Hampir semua bayi menyukai rasa manis, namun penting bagi bayi mengenal rasa tidak manis terlebih dahulu. Sebab, jika ia sudah mengenal rasa manis, maka ia tidak akan menyukai makanan yang tidak manis. Cobalah mengkombinasikan beberapa sayuran dengan buah yang manis untuk mengurangi rasa getirnya. Buah manis yang biasa digunakan untuk MPASI adalah jeruk baby. Ingat, jangan gunakan gula tambahan untuk bayi dibawah satu tahun. Gula dan garam yang diberikan pada bayi dibawah satu tahun dapat beresiko pada kesehatannya di masa dewasa. Kebutuhan gula dan garam pada bayi cukup dipenuhi dari buah, sayur dan makanan padat lain.

  1. Biarkan Sikecil Menyentuh Makanannya

Bayi belajar makan MPASI
Bayi belajar makan MPASI

Saat MPASI pertama, usahakan sikecil mau menyentuh makanannya. Ketika sikecil menyentuh makanannya, bisa dipastikan semua jadi berantakan. Tapi jangan persoalkan. Sangat  penting bagi bayi belajar mengenali dan beradaptasi dengan tekstur dan rasa makanan yang baru. Dengan membiarkannya bereksplorasi, ia akan lebih berani mencoba makanan baru.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*