X
    Categories: MPASI

Bolehkah Memberi Santan Untuk MPASI Bayi?

Saat bayi sudah berusia 6 bulan, mama mulai memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). MPASI sangat penring untuk mengenalkan nutrisi lain yang terkandung dalam bahan makanan. Selain itu, MPASI juga mengajarkan bayi untuk belajar mengunyah makanan. Perubahan tekstur dari bubur saring menuju nasi harus disesuaikan dengan perkembangan pencernaan bayi.

Saat memberikan MPASI pada bayi, sebaiknya anda selektif dalam memilih menu sikecil. Tidak hanya selektif memilih bahan makanan bayi, anda juga harus memperhatikan bumbu yang digunakan. MPASI tidak membutuhkan tambahan gula dan garam. Pasalnya, terlalu banyak penyebab dalam MPASI dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan bayi.

Baca juga :

Jangan Salah, Ini Cara Memasak Bubur Bayi yang Benar

Panduan Menyimpan MPASI Rumahan

Panduan MPASI dengan Metode WHO Edisi Lengkap

Bolehkah Menambahkan Santan untuk MPASI?

Dalam memberikan MPASI, bolehkah menambahkan santan? Santan atau air dari hasil perasan kelapa mempunyai kandungan lemak yang terasa gurih. Santan dijadikan tambahan dalam memasak atau membuat kue. Meski rasa gurih santan sebenarnya alami, namun pencernaan bayi masih belum sempurna menerima beberapa makanan termasuk santan.

Kapan Boleh Memberi Santan untuk MPASI?

Jika ingin memberi santan untuk MPASI, jangan berikan pada bayi yang masih berusia 6 bulan. Tunggu sampai bayi anda berusia 9 bulan saat pencernaan bayi sudah lebih siap.

Pada usia 9 bulan, anda bisa memberi santan untuk MPASI berupa tim dengan campuran sayuran. Santan yang diberikan cukup satu sendok makan saja. Sayuran memang sangat dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pertumbuhan bayi. Kandungan sayuran yang kaya akan vitamin akan lengkap dengan tambahan lemak yang berasal dari santan. Sebaiknya anda membuat makanan bersantan untuk satu porsi saja. Jika anda membuat makanan bersantan dalam suhu ruang, makanan akan mudah basi dan menganggu kesehatan pencernaan bayi.

Berikut adalah beberapa manfaat santan untuk tubuh :

  1. Santan sumber lemak yang bergizi

Kandungan lemak yang ada di dalam santan merupakan sumber kalori paling tinggi dimana akan memberikan kelengkapan nutrisi pada bayi meskipun demikian tidak semua pencernaan bayi akan menerimanya sehingga anda dapat memberikan MPASI dengan tambahan santan pada usia 9 bulan ke atas.

  1. Melancarkan metabolisme tubuh

Lemak yang alami terdapat di dalam santan, pada usia bayi 9 bulan dapat diperkenalkan pada bayi. Kandungan lemak santan dapat melancarkan proses metabolisme di dalam tubuh pada bayi, meskipun demikian anda harus membatasi dalam jumlah yang wajar dikarenakan pencernaan bayi masih rentan.

  1. Membantu penyerapan vitamin

Santan tidak saja baik untuk tubuh anak anda melainkan untuk membantu dalam penyerapan vitamin salah satunya vitamin A, E, D, dan K secara optimal. Sehingga pemberian secara teratur dan dalam jumlah wajar dapat anda tambahkan pada MPASI anak anda yang berusia 9 bulan.

  1. Lemak sangat membantu pembentukan organ

Kandungan lemak santan dapat membantu dalam pembentukan empedu, jaringan otot, hati, ginjal, kelenjar adrenalin dan juga plasma darah pada bayi. Pada beberapa kondisi bayi mungkin saja tidak dapat mencerna santan, sehingga anda dapat menghentikan pemberian santan pada MPASI bayi.

  1. Zat penting dalam meningkatkan kecerdasan

Santan memiliki zat penting dalam perkembangan sel otak salah satunya dapat meningkatkan kecerdasan anak. Walaupun sebaiknya pemberian makanan bersantan sesuai menu keluarga sebaiknya diberikan pada usia anak 1 tahun, selain itu jangan berikan anak anda makanan dengan bumbu yang tajam dan teksturnya yang sulit dicerna oleh anak anda.