informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Cara Efektif Meningkatkan Berat Badan Bayi

Berat badan bayi yang dianggap kurang oleh beberapa ibu seringkali menjadi masalah. Banyak kekhawatiran yang muncul ketika berat badan bayi tidak sama dengan teman-teman sebanyanya. Mungkinkah si anak kekurangan gizi? Lantas, banyak ibu-ibu yang kemudian tergoda memberikan susu formula untuk meningkatkan berat badan bayi. Sebenarya perlu ditelaah lebih lanjut mengapa berat badan bayi tidak ideal. Jangan terburu-buru memberikan susu formula, karena susu formula bukan solusi untuk berat badan bayi (baca juga: bahaya susu formula). Berikut beberapa faktor yang dapat mengakibatkan berat badan bayi tidak ideal;

  • Lihat berat badan lahir, jika bayi memiliki berat badan lahir rendah, maka lihat progress penambahan berat badan melalui KMS. Jika masih dalam garis kuning, maka berat badan bayi dinyatakan normal.
  • Bayi mengalami sakit sehingga berat badan bayi turun drastis.
  • Bayi mengalami GTM atau gerakan tutup mulut, tidak mau makan
  • Dari sisi genetis, kedua orang tua bayi juga kurus.

artikel terkait:

http://zonamama.com/sukses-menyusui-dengan-pelekatan-yang-tepat/

http://zonamama.com/panduan-gizi-seimbang-untuk-keluarga-indonesia/

http://zonamama.com/ini-dia-tips-memenuhi-gizi-anak/

http://zonamama.com/bagaimana-mengatasi-anak-sulit-makan/

http://zonamama.com/mengatasi-anak-yang-picky-eater/

Berat badan bayi dipengaruhi oleh asupan makanan. Jika asupan makanan tidak cukup, bayi akan mengalami kesulitan tumbuh.  Biasanya hal ini terjadi jika anak habis sakit, suka memilih makanan atau supply kalori lebih rendah dari kebutuhan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Beberapa bayi juga mengalami adanya gangguan penyerapan makanan, alergi, diare/muntah. Padahal pola makan bayi sangat baik, namun karena adanya gangguan tersebut berat badan bayi tidak bertambah secara signifikan. Jika memang ada kasus medis, konsultasikan dengan tenaga kesehatan anda agar dapat ditangani. Akan tetapi, jika jika yang terjadi pada anak adalah kurangnya asupan makanan, berikut ini beberapa tips yang bisa dicoba;

  • Jika bayi anda masih berusia dibawah 6 bulan, perhatikan asupan makanan anda dan cara menyusui. Lakukan pelekatan yang benar agar bayi bisa mendapatkan ASI foremilk dan hindmilk secara maksimal.
  • Susui seseringmungkin dimalam hari. Jika perlu, berikan ASIP hindmilk yang kaya akan lemak. Anda bisa memompa hindmilk tiap kali payudara hampir kosong.
  • Jika bayi sudah mendapatkan MPASI, tambahkan minyak atau margarin, santan, kacang yang dilumat atau parutan keju pada makanannya.
  • Anda punya banyak pilihan minyak. Minyak nabati berupa minyak zaitun, minyak jagung, minyak bunga matahari (sunflower), minyak ikan, minyak sayur. Tambahkan 2-3 sendok sehari dalam makanan bayi.
  • Anda juga bisa memberikan alpukat dan pisang yang mengandung banyak kalori dan vitamin.
  • Tetap utamakan makanan yang mengandung kalori tinggi buatan sendiri.
  • Sebaiknya hindari makanan berkalori yang berasal dari makanan instan karena mengandung gula tinggi dan kaya pengawet.
  • Hindari camilan atau snack yang kosong kalori untuk anak diatas 1 tahun, seperti permen, kerupuk atau junk food. Sesekali boleh menjadi selingan, tapi jangan menjadi makanan rutin.
  • Kreasikan makanan sehat padat kalori. Ciptakan suasana cerah pada piring anak. Variasi makanan yang berwarna-warni bisa menarik perhatian anak untuk makan. Berikan porsi kecil namun sering.
  • Tidak disarankan menambahkan gula pada makanan untuk sumber kalori. Gula dapat mengakibatkan karies gigi dan mengakibakan diabetes.
  • Hindari mencuri kesempatan untuk memberikan susu formula ketika bayi tidur. Susu formula bukan asupan utama bayi, justru dapat mengurangi nafsu makan bayi. Tetap usahakan memberikan keberagaman makanan. Sarapan itu penting, bukan hanya untuk mereka yang aktif sekolah dan bekerja, tetapi harus dibiasakan sejak bayi.
  • Atur jadwal makan bayi. Makan besar 3 kali ditambah camilan 2 kali merupakan jadwal makan yang ideal. Jika belum disapih, tetap susui bayi sesuai kehendaknua.
  • Diskusikan kebutuhan vitamin atau suplemen jika memang diperlukan.
  • Jangan terkecoh dengan iklan bat-obatan penambah nafsu makan. Obat-obatan tersebut justru tidak sepenuhnya aman.
  • Jika memang ada indikasi kekuranga vitain atau mineral dari dokter, berikan tambahan vitamin atau minerl yang memang diperlukan. Akan tetapi, tetap lebih baik memperbaiki asupan makanan bayi.
  • Cobalah untuk disipilin pada anak tentang jadwal makan. Makan harus selesai kurang dari 30 menit. Duduk manis didepan meja, tidak sambil bermain atau mennton televisi. Usahakan dukungan keluarga dengan makan bersama.

Semoga tips meningkatkan berat badan bayi tanpa susu formula diatas bisa membantu ya mam. Tapi, perlu mama ingat bahwa indikasi kesehatan anak tidak hanya dilihat dari berat badan. Tinggi badan dan lingkar kepala juga merupakan indikator kesehatan bayi. Maka, perhatikan seluruh faktor tersebut sebelum bersedih karena berat badan bayi ya mam.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*