informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Cara Mengatasi Morning Sickness (Mual dan Muntah) pada Awal Kehamilan

Morning sickness merupakan kondisi ibu hamil yang merasa mual dan muntah saat masa awal kehamilan. Tidak hanya terjadi pada pagi hari, tapi juga bias terjadi pada siang, malam bahkan bias terjadi sepanjang hari.

Morning sickness terjadi akhibat adanya perubahan hormon ibu hamil. Beberapa pakar kesehatan menduga morning sickness terjadi karena berkaitah dengan hCG. Human chorionic gonadoptrin (hCG) merupakan hormon yang terbentuk selama masa kehamilan. Hormon hCG dihasilkan oleh janin, kemudian oleh ari-ari. Hormon ini berperang sangat penting karena mampu menjaga kehamilan dan menjaga produksi hormone kehamilan lainnya seperti progesterone agar tetap stabil.

Selama kehamilan, produksi hormon estrogen dan progesterone meningkat meningkat secara signifikan sehingga berpengaruh pada fungsi neuron dan alat tubuh lainnya. Seperti yang dikutip dari situs parents.com menurut DrMarjorieGreenfieldmenyatakan bahwa sekitar 70persen wanitamengalami mualdi awal kehamilan dan sekitar 50 persen mengalami muntah.

Morning sickness atau mual dan muntah memang sangat biasa terjadi pada awal kehamilan, namun kasusnya berbeda pada setiap individu. Bahkan pada kasus tertentu, ibu hamil bisa mengalami mual dan muntah sepanjang hari, dipagi hari saja atau justru meningkat pada malam hari hingga berpengaruh pada jam tidurnya.

Meskipun dirasa sangat umum tetapi gejala pada setiap individu sangat beragam. Bahkan pada kasus tertentu ibu hamil dapat mengalami mual dan muntah sepanjang hari, dipagi hari saja atau ada pula yang mengalami peningkatan di malam hari sehingga mempengaruhi waktu tidurnya.

Kapan morning sickness terjadi?

Morning sickness biasanya terjadi pada minggu enam kehamilan atau kurang dan akan meningkat sehingga mengalami puncaknya pada minggu kedelapan dan kesembilan kehamilan.

Apakah morning sickness berbahaya?

Morning sickness terjadi karena perubahan hormon kehamilan yang bisa kapan saja terjadi, dimana saja dan dalam keadaan apapun sehingga untuk anda akan merasa terganggu dengan aktivitas keseharian selama kehamilan di trimester pertama. Meskipun demikian untuk anda yang mengalami mual dan muntah dengan keadaan normal dan mampu mengatasinya dirasa tidak akan membahayakan akan tetapi jika mengalami morning sickness dengan beberapa gejala yang berat mungkin saja penyebabnya tidak saja dipengaruhi oleh hormon kehamilan akan tetapi adanya sindrom hiperemesis gravidarium. Bagi anda gejala morning sickness abnormal biasanya ditandai dengan tidak dapat menerima makanan dan mual ketika anda mengkonsumsi air sehingga lebih mudah dehidrasi ditambah dengan pikiran negatif tentang makanan dan tidak mempunyai rasa keinginan makanan tertentu (ngidam). Konsultasikan dengan dokter kandungan segera untuk mengatasinya.

Sisi positif Morning Sickness

Bagi ibu hamil, terutama yang bekerja dan memiliki banyak aktivitas, mengalami morning sick atau mual dan muntah di pagi hari tentunya adalah hal yang tak menyenangkan dan mengganggu. Namun, meski rasanya sangat buruk, morning sickness ternyata adalah hal yang harus disyukuri oleh wanita yang sedang hamil.

Sebuah penelitian mengamati morning sickness dan efeknya dalam berbagai aspek kehamilan. Hasilnya, diketahui bahwa wanita yang mengalami morning sickness, sering mual dan muntah di pagi hari selama hamil memiliki risiko lebih kecil untuk mengalami keguguran. Penelitian tersebut menemukan bahwa wanita hamil yang mengalami morning sickness berisiko 55 – 80 persen lebih rendah mengalami keguguran dibandingkan wanita yang tidak alami morning sickness saat hamil.

Selain itu, wanita yang mengalami mual dan muntah saat hamil juga berkemungkinan lebih besar untuk melahirkan bayi yang lebih sehat dibandingkan dengan wanita yang tak pernah merasakan dan mengatasi mual dan muntah selama kehamilan. Menurut Gideon Koren, ketua peneliti dario Motherisk Program di Toronto, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang mengalami morning sickness juga berisiko lebih kecil mengalami kelainan pada organ tubuhnya, seperti pada tempurung kepala dan sistem kardiovaskular, seperti dilansir oleh Women’s Health Mag (01/08).

Peneliti juga menemukan adanya kaitan antara morning sickness yang dialami oleh ibu hamil dengan risiko kelahiran prematur yang lebih rendah. Ibu yang mengalami mual dan muntah parah juga berkemungkinan memiliki anak yang lebih cerdas ketika mereka tumbuh besar. Anak-anak tersebut memiliki nilai yang lebih baik dalam tes IQ dan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam kemampuan berhitung dan verbal.

Meski begitu, bukan berarti wanita yang tidak mengalami morning sickness saat hamil harus waspada dan khawatir. Beberapa wanita memang tidak mengalami mual dan muntah, dan beberapa mengalaminya. Hal ini tak menunjukkan adanya kelainan pada kehamilan Anda jika tak mengalami morning sickness. Peneliti menjelaskan bahwa morning sickness dipengaruhi oleh hormon dalam tubuh dan hal ini bisa berbeda-beda pada satu wanita dan lainnya.

Jadi, jika Anda merasa mulai sebal dengan mual dan muntah yang menyerang setiap hari, ingatlah sisi baik di baliknya. Bahwa morning sickness adalah tanda dari kehamilan yang sehat. Begitu juga jika Anda tak mengalaminya, jangan teburu-buru khawatir karena ini tidak menandakan hal yang salah dalam kehamilan Anda. Syukuri juga kemudahan yang Anda dapatkan selama hamil karena tidak mengalami mual dan muntah.

Cara mengatasi Morning sickness

Morning sickness merupakan gejala yang umum meskipun demikian bukan berarti anda harus membiarkannya saja. Mual dan muntah yang anda alami akan mempengaruhi padaperkembangan janin sehingga anda harus mempunyai cara untuk mengatasi mual dan muntah yang terjadi, berikut cara-caranya :

  1. Makan dengan porsi kecil.

Ketika anda sedang hamil pada trimester pertama gangguan dari morning sickness akan mempengaruhi pada asupan nutrisi sehingga jika dibiarkan akan mengganggu perkembangan janin, yang harus anda lakukan adalah dengan membuat  jadwal makan. Pada saat kehamilan usahakan makan dengan jumlah yang sedikit tetapi terjadwal sehingga pencernaan anda dapat menerimanya. Pilih makanan dengan nutrisi yang dibutuhkan untuk memberikan manfaat lebih selama kandungan apalagi di trimester pertama untuk memperkuat janin anda.

  1. Bangun pagi dengan jeda istirahat terlebih dahulu.

Ketika anda bangun pagi jangan langsung beranjak dari tempat tidur ada baiknya anda melakukan beberapa menit untuk duduk dan bangun secara perlahan. Beberapa wanita yang sedang hamil melakukan cara mengatasi mual dan muntah dengan menyediakan beberapa biskuit sebelum beranjak di tempat tidurnya untuk mengurangi mual yang berlebih di pagi hari. Sehingga hal yang terbaik untuk anda yang tidak terbiasa dengan makanan langsungsetelah bangun pagi adalah memberikan jeda istirahat terlebih dahulu.

  1. Menghindari makanan pedas dan berlemak.

Meskipun dirasa sudah membaik ketika siang hari bukan berarti anda dapat memberikan asupan makanan tanpa kontrol disiang hari, mengingat selama masa kehamilan sangat diperlukan pemilihan makanan yang justru akan menimbulkan beberapa gangguan kesehatan. Makanan pedas dan berlemak selain menggangu pencernaan juga akan menggangu anda karena memicu mual dan muntah. Perbanyak minum air putih sehingga anda terhindar dari dehidrasi pada saat kehamilan.

 

sumber :

bidanku.com

merdeka.com

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*