informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Cara Paling Ampuh Mengatasi Anak Manja

Anak manja merupakan sifat bentukan yang tidak dibawa sejak lahir. Anak manja biasanya terbentuk karena sikap dan cara mendidik orang tua yang kurang tepat. Biasanya, orang tua ingin menunjukkan kasih sayangnya tetapi caranya keliru. Kasih sayang orang tua yang selalu menuruti dan memfasilitasi semua kebutuhan dan keinginan anak menjadikan anak tidak bisa mandiri. Inilah yang kemudian menjadikan anak manja.

Anak manja juga bisa terjadi karena orang tua tidak bisa tegas terhadap anak. Misalnya anak menangis karena meminta sesuatu, maka orang tua segera memberikan apa yang diinginkan anak karena tidak tega (baca juga: cara mengatasi tangisan anak). Padahal, menuruti anak saat ia menangis dapat menumbuhkan pemikiran bahwa dengan menangis orang tua akan menuruti semua keinginan anak. Selanjutnya, anak akan menjadikan tangisan dan rengekan sebagai senjatanya.

Berikut beberapa penyebab anak manja;

  1. Anak bungsu dan anak tunggal

Biasanya anak bungsu atau anak tunggal mendapatkan perhatian lebih dari orang tua. Perhatian lebih ini mengakibatkan anak menjadi manja. Meskipun tidak selalu demikian, namun kecenderungan ini seingkali terjadi. Anak bungsu misalnya sering merasa paling diperhatikan karena anak paling kecil. Demikian pula dengan anak tunggal, karena hanya ia satu-satunya anak dalam sebuah keluarga maka perhatian hanya tercurahkan padanya. Kasih sayang yang berlebih merupakan faktor utama yang membentuk anak menjadi manja.

  1. Orang tua kurang tegas

Anak yang manja seringkali dibesarkan dalam keluarga yang orangtuanya tidak bisa bersikap tegas terhadap anak. Pada suatu hari, misalnya anak merengek minta dibelikan mainan, orang tuapun langsung membelikannya. Dilain hari, anak pun merengek minta dibelikan sesuatu yang lain. Orang tua seringkali merasa tidak tega bila anak meminta sesuatu, istilah jawanya orang tua selalu ‘ngujo’ (selalu menuruti kemauan anak).

  1. Tidak ada hukuman dan hadiah

Hukuman dan hadiah diperlukan dalam mendidik anak, dengan catatan hukuman tidak menekan anak dan hadiah tidak berlebihan. Hukuman berlebih akan membuat anak menjadi penakut. Sedangkan hadiah berlebihan dapat membuat anak merasa bisa mendapatkan sesuatu dengan mudah.

Berikut beberapa ciri anak manja;

  • Anak manja menggunakan rengekan dan tangisan sebagai senjata. Mereka selalu memaksa orang tua menuruti kemauan mereka.
  • Suka merajuk
  • Mereka marah dan menolak dihukum.
  • Mereka selalu merasa tidak ada yang salah dengan dirinya.
  • Abai terhadap pertanyaan dan pernyataan anda
  • Kadangkala bersikap kasar baik terhadap orang tua maupun anak sebayanya
  • Bersifat egois, enggan berbagi dengan temannya
  • Suka menjadi pusat perhatian
  • Merasa superior
  • Mereka sangat menyukai sesuatu yang baru sampai ingin memiliki apa yang dimiliki kawannya juga.
  • Malas melakukan sesuatu dan selalu bergantung pada orang lain

Berikut cara mengatasi anak manja:

  1. Jangan menyalahkan pihak lain sejak kecil

Ketika anak terjatuh atau terbentur sesuatu, beberapa orang tua menyalahkan benda disekitarnya agar si anak lekas diam. Misalnya, anak jatuh dan ibu berkata “aduh, lantainya nakal ya dek.. uuuh.. nih, ibu pukul biar tau rasa ya!”. Ini adalah cara mendidik yang keliru. Menyalahkan benda lain untuk kesalahan anak berarti mendidik anak untuk tidak mau disalahkan dan mengganggap bahwa sekitarnyalah yang salah. Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang superior dan tidak mau salah. Sebaiknya jika dihadapkan dengan situasi tersebut, orang tua justru menasihati sikecil untuk lebih berhati-hati. Tanamkan pada diri sikecil bahwa dari proses jatuhnya ia belajar untuk bangkit kembali.

  1. Komitmen dalam mendidik anak

Kedua orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Harus ada kesepahaman dalam mendidik mereka. Bila sang ayah tegas, tapi si ibu tidak maka si anak akan cenderung bermanjaan kepada ibu dan menjauh dari ayah.

Sebaiknya ayah dan ibu menjadi pioner dalam rumah tangga. Anak-anak dididik untuk patuh kepada orang tua, caranya berikan contoh yang baik pada mereka. Bila anak elihat kedua orang tuanya saling mendukung, maka anak juga akan berperilaku demikan.

  1. Tegas

Tegas merupakan karakter yang penting dalam mendidik anak. Tegaskan pada mereka apa yang harus mereka kerjakan dan mengapa. Misalnya, tugas pribadi seperi membersihkan kamar harus mereka lakukan sendiri.

  1. Jangan suka menyuap

Bila si anak rewel, biasanya orang tua kerap mengalihkannya dengan menyuap sesuatu. Ini merupakan cara yang sangat keliru karena berdampak buruk pada kebiasaan anak. Mereka akan selalu berharap disuap setiap akan melakukan sesuatu. Sebaiknya anda meminta mereka melakukan sesuatu dengan penuh kesadaran, bahwa mereka butuh.

  1. Bangun komunikasi yang baik

Seringkali anak sampai merengek dan menangis ketika meminta sesuatu. Tapi sebagai orang tua harus tetap teguh untuk tidak menuruti semua keinginan anak. Sekali menuruti keinginan anak saat mereka menangis, mereka akan menjadikan tangisan sebagai senjata.

Anda perlu membangun komunikasi yang baik dengan mereka. Ketika anak sudah tenang, orang tua bisa melakukan pendekatan, bicaralah dari hati kehati. Sampaikan pada anak mengapa orang tua tidak bisa menuruti kemauan anak.

  1. Jadilah Bijak

Untuk mengatasi anak manja yang terbentuk karena anak bungsu atau anak tunggal harus dimulai dari sikap orang tua. Oang tua perlu bersikap bijak dalam menunjukkan kasih sayangnya. Jangan terlalu berlebihan tapi juga jangan sungkan menunjukkan kasih sayang. Anak kekurangan kasih sayang juga dapat berkembang kurang maksimal.

  1. Terapkan reward and punishment

Anda bisa memberikan hadiah kepada mereka untuk perilaku yang baik. Hadiah tak selalu berbentuk barang. Ucapan terimakasih dan sayang juga merupakan bentuk hadian untuk mereka. Misalnya mereka mau membersihkan kamar mereka, maka anda bisa memuji mereka dan mengucapkan terimakasih karena sudah membantu.

Sebaliknya, anda bisa menerapkan hukuman untuk mereka. Bila mereka bersikap membangkang dan tidak mau menuruti keputusan orang tua (tentunya dalam keadaan yang sepatutnya), maka anda bisa menerapkan hukuman. Jangan menghukum terlalu berat. Hukuman yang berat akan membuat anak tertekan dan membentuk pribadi mereka menjadi penakut.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*