informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Ini 4 Bahan Kimia Berbahaya dalam Peralatan Bayi

Peralatan bayi tidak boleh mengandung bahan kimia yang berbahaya karena berkaitan erat dengan keselamatan dan kesehatan bayi. Banyaknya variasi produk bayi kadang membuat mama bingung, bahan kimia apa saja yang berbahaya dalam peralatan bayi. Alih-alih salah pilih, bayi tidak bisa bermain dengan mainannya malah beresiko sakit . Memang, mama harus super teliti sebelum membeli. Nah, berikut beberapa bahan kimia yang berbahaya dalam peralatan bayi;

  1. Phthalates

Phthalates merupakan bahan kimia yang digunakan untuk melunakkan plastik atau bersifat plasticizer. Bahan kimia ini dapat membuat plastik menjadi lentur dan mudah dibentu sesuai dengan kebutuhan produsen. Berbagai macam produk dari plastik seperti mainan anak, boneka atau kantong plastik seringkali menggunakan bahan ini. Mama harus berhati-hati dengan peralatan / mainan bayi yang phathalates, berikut daftar yang biasanya tertera dalam kemasan produk;

  • DBP (dibutyl phthalateshalate)
  • DNOP (di-n-octyl phthalateshalate)
  • DiNP (diisononyl phthalateshalate)
  • DEP (diethyl phthalateshalate)
  • BBzP (benzyl butyl phthalateshalate)
  • DEHP (di 2-ethylhexl phthalateshalate)
  • DiDP (diisodecyl phthalateshalate)
  • DnHP (di-n-hexyl phthalateshalate)
  • DMP (dimethyl phthalateshalate)
  • DnOP (di-n-octylphthalateshalate)
  • Bisphenol A (BPA)

Melihat dari segi fungsi bahan kimia ini cukup bermanfaat, sayangnya dibalik kegunaanya terdapat bahaya yang mengancam. Kontaminasi bahan itu pada anak bisa menyebabkan berbagai gangguan dan kelainan kesehatan. Misalnya asma, gangguan pencernaan, kerusakan otak, gangguan reproduksi, pubertas dini, bahkan penurunan produksi sperma pada anak laki-laki.

2.  Senyawa organotin

Bahan kimia ini digunakan sebagai stabilizer di PVC. Bahan kimia jenis ini ditemukan di lantai vinil dan yang lebih padat pada beberapa mainan bayi. Senyawa organotin  ditemukan menyebabkan perubahan hormonal, studi ini dilakukan pada jenis hewan tertentu.

Senyawa Organotin digunakan sebagai stabilizer di PVC. Beberapa produsen mainan menggunakan senyawa ini untuk memproduksi mainannya karena harganya yang cukup murah. Senyawa ini cukup berbahaya jika mengkontaminasi bayi/anak-anak. Beberapa peneliti menerapkan studi dampak pada hewan, hasilnya senyawa ini menyebabkan perubahan hormonal yang cukup drastis.

  1. Bisphenol A (BPA)

Di berbagai negara, Bisphenol A (BPA) dilarang digunakan dalam memproduksi berbagai peralatan rumah tangga dan perlengkapan bayi. Konsumsi BPA dalam jangka panjang beresiko menimbulkan obesitas, gangguan otak dan fungsi tiroid, kanker, jantung atau penurunan produksi sperma. Senyawa BPA mudah terlepas ketika terkena panas dan menyatu dengan makanan atau minuman. Makanan yang terkontaminasi BPA dengan mudah diserap tubuh dapat megakibatkan daya tahan tubuh semakin lemah. Oleh karena itu, botol bayi yang mengandung BPA tidak boleh digunakan pada bayi. Belilah botol bayi yang mencantumkan kode “BPA Free”.

4.  Brominated flame

Bahan kimia ini biasa digunakan untuk pakaian, peralatan bayi seperti kereta bayi, kereta dan kasur. Brominated flame membuat produk tidak mudah terbakar. Partikel – partikel bahan kimia ini mudah terpecah dan masuk kedalam tubuh.

Tips:

  1. Produk yang berkualitas biasanya mencantumkan bahan produksi. Sering-sering cek bahan kimia apa yang tercantum dalam produk yang akan anda beli.
  2. Sebaiknya simpan makanan/minuman anda dalam wadah berbahan gelas.
  3. Untuk mempermudah, dalam setiap botol/kemasan makanan terdapat icon segitiga yang didalamnya terdapat angka. Kurangi atau hindari paparan dengan plastik yang kode recycle nya berisi angka 1, 3, 6 atau 7. Berikut arti kode angka dlam setiap kemasan;
  • Angka 1: produk berbahan PET (Polyethylene Terephthalate), biasanya tertera pada botol soft-drink, botol air sekali pakai dan tempat kosmetik.
  • Angka 2: produk berbahan HDPE (High density polyethylene) tertera pada tas belanjaan, botol susu, botol jus, dan tempat detergen. Indikasi cukup aman untuk kesehatan.
  • Angka 3: produk berbahan berbahan PVC (Polyvinyl chloride) tertera pada selang, pembungkus kabel, frame jendela dan kantong darah.
  • Angka 4: produk berbahan LDPE (Low density Polyethylene) tertera pada pembungkus makanan atau plastic food wrap.
  • Angka 5: produk berbahan PP (Polypropylene) tertera pada botol obat, pelapis bungkus sereal, pipet, dan pembungkus potato chips. Indikasi cukup aman untuk kesehatan.
  • Angka 6: produk berbahan PS (Polystyrene), biasanya digunakan untuk membuat CD, kotak video, alat-alat dapur dari plastik, dan karton tempat telur.
  • Angka 7: produk berbahan PC (Polycarbonate)

Demikian beberapa bahasan dan tips mengenai bahan kimia yang berbahada dalam perlengkapan bayi. Semoga bermanfaat ya mom.. Salam

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*