informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Ini 4 Cara Mengatasi Anak Penakut

Rasa takut merupakan sesuatu yang sangat manusiawi. Bahkan orang yang pemberanipun masih memiliki rasa takut. Lalu, mengapa beberapa anak tumbuh menjadi anak penakut? Diantara anak-anak memang ada yang meiliki rasa takut berlebihan. Misalnya takut akan gelap, takut bila ditinggal sendiria, takut terhadap orang lain, takut terhadap ketinggian, takut terhadap aliran sungai dan sebagainya. Takut yang demikian merupakan bukan takut yang sewajarnya, maka perlu beberapa cara untuk mengatasinya.

Mengapa rasa takut berlebihan perlu diatasi? Secara psikologis, rasa takut berlebihan jika tidak diatasi akan mengganggu perkembangan kepribadian dan kejiwaanya. Orang-orang yang memiliki rasa takut berlebihan akan memiliki mental yang lemah, orang penakut juga akan mengalami krisis kepribadian. Sudah barang tentu tidak ada orang tua yang ingin anaknya tumbuh menjadi penakut.

Orangtua memiliki perang yang sangat penting dalam mengatasi rasa takut anak. Berikut beberapa hal yang dapat menumbuhkan rasa takut dan cara mengatasi rasa takut anak;

  1. Dididik menjadi anak penakut

Adakah orang tua yang mendidik anaknya untuk menjadi anak penakut? Tentu tidak ada satupun orang tua yang ingin mendidik anaknya menjadi anak penakut. Namun tidak sedikit orang tua yang tidak sadar telah mendidik anaknya menjadi anak penakut.

Orang tua yang mendidik anaknya dengan cara yang terlalu keras dan kaku disertai dengan hukuman-hukuman yang berat atau dipenuhi dengan berbagai ancaman justru membentuk anaknya menjadi penakut. Jiwanya berkembang dengan tidak normal. Anak yang dibesarkan dalam situasi penuh tekanan anakn mempunyai rasa takut berlebihan.

Maka jika orang tua mendidik dengan penuh kekerasan, hukuman dan ancaman sebaiknya segera isntropeksi diri. Hentikan cara mendidik yang tidak menyenangkan bagi anak. Jika tidak, anak akan semakin dihinggapi rasa takut yang berlebihan dan jiwanya menjadi labil.

  1. Ditakut-takuti orang tua

Tidak jarang orang tua justru malah menakut-nakuti anaknya. Misalnya, anak-anaknya ditakuti terhadap gelap, hantu, nenek tua, hewan, orang gila dan sebagainya. Orang tua biasanya melakukan ini agar anaknya tidak rewel atau nakal. Pada sebagian anak, cara inimemang cukup efektif untuk meredam kenakalan dan kerewelannya. Namun, tindakan ini justru menanamkan rasa takut pada hal-hal tertentu. Apabila hal ini diulang terus menerus maka sang anak akan memiliki rasa takut yang berlebihan.

  1. Tertular rasa takut

Ada sebagian orang tua yang mempunyai fobia atau ketakutan yang sangat terhadap benda atau keadaan tertentu. Fobia ini bila tidak dikendalikan dengan baik akan menular kepada anaknya. Misalnya seorang ibu yang mempunyai rasa takut terhadap ulat berbulu, maka anak akan ikut-ikutan merasa takut. Sebaiknya dalam keadaan apapun orang tua tidak menunjukkan rasa takutnya dihadapan anak.

  1. Pengalaman masa silam

Rasa takut juga bisa terbentuk karena pengalaman masa silam yang kurang menyenangkan. Misalnya sikecil pernah dikejar anjing, maka ia akan merasa takut setiap kali melihat anjing.

Untuk mengatasi ketakutan yang tumbuh karena pengalaman buruk dimasa silam memang bukan sesuatu yang mudah. Orang tua perlu melakukan pendekatan sedikit demi sedikit. Bila sikecil memang takut terhadap anjing, orang tua dapat sedikit demi sedikit mengenalkan anjing kepada mereka. Kenalkan bahwa anjing dapat menjadi sahabat bagi manusia.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*