informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Ini Dia Penyebab dan Cara Mengatasi Diare Anak

Sistem pencernaan anak belumlah sempurna seperti orang dewasa. Asupan makanan maupun kehieginisannya berpengaruh besar pada kesehatan. Pencernaan sikecil masih sangat sensitif dan rawan terserang penyakit. Kekebalan tubuh sikecil juga belum optimal. Maka, ekstra hati-hati menjadi kunci kesehatan anak. Alih-alih kurang menjaga kebersihan makanan atau mainan si kecil, ia bisa terkena diare yang disebabkan kurang sterilnya makanan/mainannya. Lantas, bagaimana mengatasi diare anak?

Selain disebabkan oleh kurang hieginis, diare juga disebabkan oleh kurangnya gizi atau alergi terhadap makanan tertentu. Diare pada balita bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Perlu penanganan yang serius untuk mengatasi diare. Angka kematian bayi Indonesia yang disebabkan oleh diare cukup tinggi. Maka, sebagai orang tua kita wajib tanggap dan sigap dalam menghadapi sesuatu.

Tanda-tanda Diare Anak

Diare Bayi/CC0/OpenClipartVectors
Diare Bayi/CC0/OpenClipartVectors

Sebelum mengambil tindakan dalam mengatasi diare, ada baiknya kita mengobservasi penyakit sikecil. Apakah sikecil benar-benar sedang mengalami diare atau tidak. Anda harus memahami siklus buang air sikecil. Bila ia sudah mendapatkan MPASI, maka bentuk fesesnya seperti orang dewasa. Bayi yang belum mendapat MPASI biasanya susah dibedakan apakah ia diare atau tidak mengingat fesesnya yang selalu encer. Berikut beberapa tanda-tanda diare yang umumnya terjadi pada anak;

  • Mencret berkali-kali
  • Amati tinja, bila lembek dan cair anda perlu waspada
  • Anak sering mengeluh sakit perut
  • Anak menjadi lesu dan lemas
  • Nafsu makan berkurang
  • Badan terasa panas atau demam
  • Anda harus lebih berhati-hati bila diare disertai muntah

Klasifikasi Diare Anak 

Berikut klasifikasi diare anak untuk memudahkan mama mengobservasi keadaan sikecil;

Klasifikasi Diare Anak
Klasifikasi Diare Anak

Bagaimana Mengatasi Diare Anak?

  • Kunci dalam mengatasi diare adalah tetap tenang, jangan panik. Bertindaklah dengan bijak. Hal ini akan membantu anda dalam befikir cara yang tepat untuk mengatasi diare si kecil. Selain itu, bila anda panik sikecil juga akan ikut panik. Apalagi jika anda masih menyusui, kepanikan anda sangat berpengaruh pada produksi ASI. Kunci utamnya tetap kirimkan energi positif untuk anak anda.
  • Diare mengeluarkan banyak cairan yang kerapkali membuat dehidrasi, maka langkah awal yang harus anda lakukan adalah berikan cairan sebanyak mungkin pada sikecil. Kekurangan cairan ketika diare bisa berakibat menurunnya kondisi tubuh. Bila sikecil masih berusia dibawah 6 bulan, berikan ASI sesering mungkin. Bila ia berusia diatas 6 bulan, berikan Asi, air putih atau jus.
  • Berikan oralit agar diare segera berhenti. Bila muntah tunggu 10 menit dan berikan lagi sedikit demi sedikit. Umur < 1 tahun berikan 50-100 ml setiap BAB. Umur > 1 tahun beri 100-200 ml setiap BAB.
  • Bila menemukan tanda-tanda ini segera bawa kedokter:
    • Tidak membaik setelah 3 hari
    • Diare seluruhnya cair, frekuensinya banyak dan sering
    • Muntah berulang
    • Terus kehausan
    • Tidak bisa makan dan minum secara normal
    • Demam
    • Darah pada tinja

Beri anak makanan untuk mencegah kurang gizi

  • Beri makan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat
  • Tambahkan 1-2 sendok teh minyak sayur setiap porsi makan
  • Beri makanan kaya Kalium seperti sari buah segar, pisang, air kelapa hijau
  • Beri makan lebih sering dari biasanya dengan porsi lebih kecil (setiap 3-4 jam)
  • Setelah diare berhenti, beri makanan yang sama dan makanan tambahan selama 2 minggu.

Bagaimana mencegah diare?

Melakukan pecegahan terhadap diare juga sangat penting. Anak yang mengalami diare bisa kehilangan berat badan yang lumayan, tentu ini sangat menganggu tumuh kembangnya. Maka, mama wajib melakukan pencegahan terhadap diare. Berikut beberapa cara agar terhindar dari diare;

  • Jagalah kebersihan lingkungan. Dalam hal ini makanan dan mainan sikecil harus dalam keadaan bersih. Makanan yang tidak higienis sangat rentan terhadap bakteri, virus atau penyakit. Selain itu, anda juga perlu menjaga mainan sikecil tetap bersih karena sikecil yang masih salam masa oral suka memasukkan semua benda kedalam mulutnya.
  • Ajari sikecil menggunakan toilet. Jangan biarkan sikecil memiliki kebiasaan buang air sembarangan. Kotoran yang dibuang sembarangan mengundang banyak bakteri, virus maupun penyakit.
  • Berikan asupan gizi yang seimbang. Gizi seimbang dapat membantu sikecil tumbuh dengan kekebalan tubuh yang optimal. Kekebalan tubuh yang optimal dapat mencegah virus atau bakteri yang datang menyerang.
  • Biasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, baik mama maupun sikecil. Mencuci tangan dapat menghilangkan kuman yang menempel ditanan sehingga ketika makan tidak ada kuman yang masuk.

 Demikian serba-serbi mengatasi diare yang bisa mama coba. Semoga bermanfaat.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*