informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Jadwal Makan dan Menu Makanan Bayi 6 Bulan

Memasuki usia 6 bulan, si kecil harus sudah dikenalkan dengam makanan pendamping ASI (MPASI). Pasa usia 6 bulan, tubuh bayi sudah mampu memproduksi enzym pencernaan sehingga ia mampu mencerna makanan padat selain ASI. MPASI yang diberikan pada usia 6 bula da[at mengurangi resiko alergi makanan karena sistem pencernaan bayi 6 bulan sudah mampu menghasilkan IgA, yakni protein immunoglobin. Protein immunoglobin  memiliki peran penting untuk melindungi sistem epncernaan. Meskipun IgA dapat diproduksi oleh ASI, namun produksinya rendah. Jadi, bayi lebih beresiko terkena alergi amakann jika diberi MPASI pada usia dibawah 6 bulan.

Selain itu, pada usia 6 bulan perkembangan motorik bayi sudah lebih baik dari usia sebelumnya. Ia sudah mampu menggerakkan makanan dan mampu mendorong makanan dari depan ke belakang mulutnya. Dengan demikian, bayi menjadi lebih mudah menelan makanan padat yang diberikan.

Nutrisi Apa Saja Yang Dibutuhkan Pada Usia Bayi 6 Bulan?

Usia 6 bulan merupakan usia awal bagi bayi untuk mengenal asupan nutrisi selain ASI. Karenanya,  makanan bayi harus disesuaikan dengan usia dan tumbuh kembang bayi. Berikut adalah kebutuhan nutrisi bayi saat menginjak usia 6 bulan.

  1. Protein

Protein sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi karena mampu membantu dalam memelihara dan memperbaiki jaringan tubuh bayi. Dengan demikian, tubuh mampu mengontrol fungsi tubuh oleh enzim. Protein bisa mama berikan melalui ikan laut. Namun, mama harus padai-pandai memilih ikan yang tidak mengandung mercury tinggi. Ikan yang bisa menjadi pilihan diantaranya ikan salmon atau ikan air tawar seperti ikan lele dan ikan patin. Mama juga bisa memberikan daging ayam giling, daging sapi yang digiling sebagai sumber protein. Agar lebih mudah menelan daging giling, mama bisa mencampurkannya dengan bubur bayi.

  1. Lemak

Lemak sangat penting sebagai sumber energi bagi bayi. Asam lemak esensial dan vitamin larut merupakan nutrisi penting yang harus dicukupi saat bayi menginjak usia 6 bulan. Lemak yang berasal dari ikan sangat baik dalam mendukung tumbuh kembang bayi usia 6 bulan.

  1. Karbohidrat

Merupakan sumber energi pertama yang dibutuhkan bayi anda untu menyediakan energi selain dari ASI. Pada bayi 6 bulan karbohidrat yang dibutuhkan adalah 68,75 gram-89,39 gram. Dalam menghasilkan karbohidrat bisa dihasilkan dari beras putih atau beras merah.

  1. Vitamin dan Mineral

Hampir semua vitamin dibutuhkan dalam perkembangan bayi di usia 6 bulan. Vitamin A,B,K,E ,D dan vitamin C. Vitamin tersebut bisa dihasilkan dari beberapa sayuran seperti bayam, labu siam, brokoli, seledri, tomat dan wortel.Sumber buah-buahan yang disarankan pada bayi berusia 6 bulan adalah mangga, semangka, pisang, jeruk, pepaya, alpukat, pir dan apel.

Jadwal Makan Bayi 6 Bulan Sesuai dengan Perkembangan

Mulai mengenalkan MPASI secara konsisten akan membantu perkembangan bayi anda lebih optimal. Makanan padat bertahan lebih lama di mulut ketimbang ASI. Pasalnya, bayi juga memiliki insting untuk mengunyah saat mendapatkan makanan padat. Makanan padat sangat berpengaruh untuk merangsang pertumbuhan gigi sikecil. Gigi yang mulai muncul ke permukaan gusu akan melatih bayi untuk mengkonsumsi makanan yang lebih padat.

Tujuan utama yaang hendak dicapai dalam mengatur jadwal makan bayi 6 bulan adalah agar ia nanti terbiasa memiliki jadwal makan seperti orang dewasa. Berbeda saat bayi masih mendapat ASI eksklusif, si kecil hanya perlu mendapatkan ASI seseringmungkin. Pemberian makanan bayi harus disesuaikan dengan jadwal orang dewasa.

Pada tahap awal cobalah berikan makanan tambahan sebanyak satu kali per hari sampai bayi terbiasa, lalu secara bertahap naikkan sampai pemberian makanan tiga kali per harinya. Tentunya jadwal makan bayi 6 bulan disesuaikan dengan jam makan keluarga.

Kendala yang dihadapi ibu saat memperkenalkan makanan padat adalah bayi seringkali menolak makanan baru yang ibu berikan. Untuk mengatasi hal  ini ibu harus mengerti beberapa prinsip. Pertama, makanan padat adalah makanan pendamping ASI, jadi jangan khawatir bila bayi hanya makan sedikit dari porsi yang ibu sajikan karena nutrisi utama yang bayi dapatkan ialah tetap dari ASI. Kedua, jangan paksa anak untuk menghabiskan semua makanan yang diberikan, biarkan anak bila hanya mau mencoba 1–2 sendok teh saja. Namun jangan menyerah untuk terus memperkenalkan makanan tersebut, terutama saat bayi merasa lapar (jangan beri ASI atau susu sebelum mencoba memberikan makanan padat).

Libatkan berbagai jenis makanan dalam usaha ibu memperkenalkan MPASI ke buah hati. Berbagai macam nutrisi seperti karbohidrat, lemak, protein serta sayur dan buah-buahan merupakan sasaran utama yang harus buah hati dapatkan di MPASI. Dahulu, para ibu lebih mengutamakan memberikan menu dengan kandungan karbohidrat sebagai prioritas, dan cenderung memberikan makanan berprotein ketika anak sudah mulai terbiasa dengan makanan padat. Kini, banyak dokter anak yang merekomendasikan pemberian protein hewani sebagai menu pertama MPASI. Pada usia 6 bulan, zat besi cadangan di tubuh bayi semakin menipis sehingga sangat penting menyelipkan makanan berprotein yang mengandung zat besi seperti pada daging, hati atau marus pada jadwal makan bayi 6 bulan.

Setelah berhasil memberikan makanan pada anak, ibu haruslah menunggu 1-2 hari sebelum memperkenalkan jenis makanan baru pada bayi. Hal ini penting dilakukan untuk melihat apakah bayi mempunyai alergi terhadap makanan yang ibu berikan. Tanda-tanda alergi yang dapat timbul pada bayi adalah kemerahan pada kulit, bengkak pada bagian tubuh tertentu misalnya bibir, diare, bersin dan batuk serta bentol-bentol pada kulit.

Pemberian makanan bayi harus dilakukan bertahap. Hindari pemberian makanan terlalu padat tahap awal, karena dapat menimbulkan masalah kesehatan. Jenis makanan bayi yang dapat ibu berikan pada awal perkenalan adalah bubur susu. Setelah 1-2 minggu, perkenalkanlah bubur saring berkarbohidrat atau berprotein. Ibu dapat mengkombinasikan bubur saring dengan sayuran atau buah. Setelah terbiasa dengan berbagai macam menu makanan bubur saring, mulailah memberikan bubur biasa pada bayi, potongan buah, potongan keju yang sangat kecil dan yogurt. Terakhir, di umur mendekati 1 tahun, ibu dapat memberikan nasi tim.

Baca contoh di bawah ini bila ibu masih bingung mengenai jadwal makan bayi 6 bulan. Ingat untuk mecoba memberikan satu kali makanan dahulu pada awal perkenalan, selipkan di jam makan keluarga. Seiring berjalannya waktu, tingkatkan menjadi 2 kali sehari dan akhirnya 3 kali sehari.

jadwal makan bayi 6 bulan

Contoh Resep Makanan Bayi 6 Bulan yang Bergizi

Metode paling baik untuk memperkenalkan makanan bayi adalah dengan memberinya bubur saring dasar yang terdiri dari 1 jenis nutrisi, misalnya karbohidrat saja. Berikut adalah beberapa menu makanan bayi 6 bulan yang dapat ibu berikan pada jadwal makan bayi 6 bulan:

  • Bubur Beras

Bahan yang diperlukan adalah 1/4 mangkuk beras bubuk (beras yang dihancurkan dengan blender atau penghancur lainnya) dan 1 mangkuk air.

Cara memasak:

  • Campur bubuk beras dengan sebagian air
  • Didihkan sisa air, lalu masukkan larutan beras dan aduk hingga merata selama 10 menit
  • Sajikan saat hangat dan dapat pula ditambahkan ASI atau susu formula

Setelah terbiasa dengan menu ini, ibu dapat menambahkan sayuran pada bubur ini

  • Bubur Pure Pisang (dan buah lainnya)

Bahan yang diperlukan adalah 50 gram pisang ambon yang sudah dikupas dan dipotong serta 30 ml atau 2 sdm ASI.

Cara memasaknya hanya memblender pisang tersebut dengan ASI

Ibu  juga dapat mengganti buah pisang dengan buah lainnya seperti pepaya, alpukat dan apel. Ingat untuk mengecek konsistensi makanan agar tidak terlalu padat.

  • Bubur Berprotein

Cara membuat bubur dengan protein sama seperti bubur beras yang dituliskan di atas, bedanya ibu hanya perlu menambahkan air kaldu atau kuning telur ke dalam bubur ini. Kuning telur atau air kaldu dapat ditambahkan saat ibu merebus air putih sebelum ditambahkan larutan beras.

Itulah prinsip dasar jadwal makan bayi 6 bulan yang dapat kami sajikan. Perlu diingat bahwa pemberian bubur bayi yang homemade sangat disarankan daripada memberikan bubur bayi dari makanan kemasan buatan pabrik. Pemberian makanan kemasa pabrik akan membuat anak lebih sulit makan ketika menginjak usia yang lebih besar karena lidah anak terbiasa dengan rasa makanan instan tersebut. Beberapa ahli gizi juga menyarankan agar tidak menambahkan bumbu seperti gula atau garam yang terlalu banyak karena dapat membuat anak craving makanan seperti ini di kemudian hari.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*