informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Jangan Salah, Ini Cara Memasak Bubur Bayi yang Benar

Bubur bayi merupakan asupan penting bagi bayi. Penting bagi mama untuk memperhatikan kandungan gizi dalam bubur bayi. Jangan sampai karena cara memasak yang salah, kandungan gizi dalam bubur bayi bisa rusak.

Jaga Nutrisi Bubur Bayi

Bubur Kacang Merah/CC0/abadgirls
Bubur Kacang Merah/CC0/abadgirls

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memasak bubur bayi agar kandunan gizi tidak rusak, berikut diantaranya:

  • Gizi Seimbang

Kunci utama gizi seimbang adalah sumber makanan yang variatif dengan nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Selengkapnya baca:

Panduan Gizi Seimbang untuk Keluarga Indonesia

  • Jangan Panaskan Susu

Kesalahan yang umum terjadi dalam menyajikan bubur bayi adalah merebus ASIP atau susu formula bersama makanan bayi. Jangan pernah memanaskan ASIP/Sufor diatas kompor ya, ma. Banyak resep MPASI yang menyarankan hal tersebut, padahal ketika ASIP/Sufor dipanaskan dalam suhu 40°C nutrisinya akan rusak. Salah satu nutrisi yang rusak dalam proses pemanasan tersebut adalah probiotil yang sangat bermanfaat untuk sistem pencernaan tubuh.

Jika ingin menambahkan ASIP/Sufor, tambahkan ketika bubur sudah sedikit dingin. Tambahkan ketika hendak disajikan pada bayi. Jika masih tersisa, jangan disimpan, lebih baik dibuang.

  • Jangan Gunakan Gula Aren

Jika mama mengikuti pedoman MPASI tanpa gula dan garam, jangan tergiur menggantikan rasa manis dengan gula aren. Gula aren juga gula, jadi juga harus dihindari bagi bayi dibawah 1 tahun.

Kebutuhan Nutrisi Bayi

Gizi Seimbang/CC0/jil111
Gizi Seimbang/CC0/jil111

Berikut adalah kebutuhan nutrisi bayi usia 6 bulan:

  1. Protein

Protein sangat penting untuk memelihara dan memperbaiki jaringan tubuh bayi sehingga dapat mengontrol fungsi tubuh oleh enzim. Protein dapat diperoleh dari ikan laut. Pilihlah ikan yang mengandung mercury rendah seperti ikan salmon atau ikan tawar seperti lele atau patin. Daging ayam dan daging sapi yang digiling juga bisa menjadi campuran bubur bayi.

  1. Lemak

Lemak merupakan sumber energi untuk bayi. Asam lemak esensial dan vitamin larut merupakan nutrisi yang penting bagi bayi usia 6 bulan. Berikan lemak ikan bagi bayi 6 bulan karena lemak ikan sangat baik bagi perkembangan bayi.

  1. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi bayi selain ASI. Pada usia 6 bulan, bayi membutuhkan 68,75 gram – 89,39 gram. Karbohidrat bisa didapatkan dari beras putih dan beras merah.

  1. Vitamin dan Mineral

Semua jenis vitamin seperti Vitamin A, B, K, E, D dan vitamin C dibutuhkan bayi usia 6 bulan. Sumber vitamin bisa dihasilkan melalui sayuran dan buah – buahan. Sayur yang kaya vitamin seperti bayam, labu siam, brokoli, seledri, tomat dan wortel. Sedang buah yang disarankan untuk MPASI 6 bulan seperti mangga, semangka, pisang, jeruk, pepaya, alpukat, apel dan pir.

Baca juga:

7 Jenis MPASI Buah yang Baik untuk Bayi

Cara Mengolah Bubur Bayi

Bubur Labu Siam/CC0/kkppwoshizu
Bubur Labu Siam/CC0/kkppwoshizu

1. Bubur Susu

Dokter Spesialis Anak (DSA) menganjurkan pengenalan MPASI secara bertahap. Sebagai tahap awal, bayi diberikan makanan yang bertekstur lunak seperti bubur susu, yakni bubur beras yang ditambah susu.

Bubur susu boleh diberikan sehari satu kali, kemudian bertahap menjadi 2x dalam sehari. Berikan satu jenis makanan selama 3 hari berturut-turut untuk mengetahui apakan bayi cocok dengan makanan tersebut atau tidak. Setelah 2 minggu MPASI, variasi menu bubur bayi.

Cara membuat bubur susu:

Bahan:

3 sdm tepung beras halus

200 ml ASIP/Sufor

Cara membuat:

  • Larutkan tepung beras halus dengan air matang. Aduk sampai rata.
  • Panaskan dengan api kecil sambil diaduk sampai kental dan matang (sampai mletu-letup).
  • Aduk – aduk sampai panasnya berkurang.
  • Tuang kedalam mangkuk bayi. Tambahkan ASIP/Sufor. Sajikan.

Pada pasa pengenalan MPASI, anda juga bisa memberikan pure.

2. Nasi Tim Saring

Bertambahnya usia bayi, maka tekstur asupan makanan juga meningkat. Setelah bubur susu atau pure, tingkatkan tekstur makanan berbentuk bubur atau tim saring.

Tim saring berasal dari beras, lauk pauk (hewani atau nabati) dan sayur mayur. Berikan bubur susu dan tim saring secara bergantian pada pengenalan. Frekuensi awal, berikan bubur susu 1-2 kali sehari. Ketika menginjak usia 7 bulan, tingkatkan dimana bubur susu 2x dan tim saring sekali. ketika usia 8 ulan, bubur susu dapat diberikan sekali dan tim saring dua kali. Usia 9 bulan, berikan tim saring setiap kali makan.

Cara membuat bubur tim saring:

Bahan:

  • 20 g Beras
  • 700 ml air
  • 25 gram tempe
  • 25 gram daun kangkung
  • 25 gram tomat, potong kecil
  • 1 sdt mentega (unsalted)

CARA MEMBUAT NASI TIM SARING TELUR :

  1. Rebus beras, air, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan kangkung dan tomat hingga matang.
  2. Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

3. Nasi Lembek

Bubur MPASI/CC0/Yess
Bubur MPASI/CC0/Yess

Setelah tahapan – tahapan diatas, anak boleh diberikan nasi lembek. Beberapa anak mungkin tidak bermasalah jika langsung makan nasi biasa. Semua tergantung pada kemampuan masing-masing anak. Usia 8 bulan biasanya ank sudah tumbuh gigi sehingga sudah pandai mengunyah.

Jika sudah berusia 1 tahun, berikan makanan keluarga. Bleh menggunakan gula garam dengan menu yang sama dengan menu keluarga dirumah.

Satu Macam Sayur Dulu

Sayur bagi anak-anak jusa sama pentingnya. Namun, dalam tahap perkenalan, berikan satu jenis sayur terlebih dahulu. Kurang memberikan 3 jenis sayur sekaligus agar tidak mengalami diare. Namun, jika bayi memberikan reaksi yang baik saat mengkonsumsi berbagai jenis sayur bersamaan, boleh lanjutkan pemberian.

Sangat disarankan memberikan sayuran brwarna hijau atau orange pada anak. Seperti bayam, kacang, buncis atau wortel. Sayuran lain memang bergizi, namun kandungannya lebih rendah dari sayuran berwarna hiaju dan orange.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*