informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Kumpulan Brain Games untuk Usia 18-21 Bulan

Bayi yang menginjak usia 18-21 bulan memasuki usia yang sangat aktif. Anak-anak pada usia ini senang bergerak kesana kemari. Maka, mama juga harus turut aktif bergerak menemani anak bermain. Mama bisa memilih beragam brain games yang mendukung kegemaran anak bergerak sambil merangsang tumbuh kembang otaknya. Peran mama sangat penting dalam usia ini, jangan sampai anak bergerak tetapi tidak mendapat stimulasi dan rangsangan untuk tumbuh kembang otaknya. Mari kita simak, brain games apa saja yang bisa kita lakukan bersama si kecil?

  1. Mengamati diri
  • Ajak sikecil untuk becermin dan biarkan ia mengamati wajahnya saat melakukan hal lain
  • Saat sikecil memandangi dirinya sendiri dicermin, mintalah ia untuk melakukan hal-hal berikut ini;
  • Tersenyum
  • Menjulurkan dan mengamati lidahnya
  • Membuka dan menutup mulutnya
  • Melihat giginya
  • Berikan sesuatu padanya untuk dimakan dan biarkan ia memperhatikan dirinya mengunyah (dengan mulut tertutup tentunya)
  • Permainan ini akan membuatnya lebih sadar tentang dirinya dan kemampuannya.

  1. Kucing dan tikus
  • Katakan pada sikecil bahwa kita adalah tikus kecil dan ia adalah seekor kucing yang akan mengejar kita.
  • Katakan padanya bahwa tikus bersuara ‘cit, cit, cit’ dan kucing bersuara ‘meong meong meong’
  • Duduklah dilantai dan katakan “kamu tak bisa menangkapku”. Mulailah merangkak dengan cepat dan dorong ia untuk mengejar kita.
  • Merangkaklah dibelakang mebel, dibawah meja dan ruangan lainnya.
  • Saat sikecil mengerti permainannya, ajaklah ia untuk bertukar peran.
  • Cara ini amat menakjubkan untuk melatik otot-otot motorik utamanya.

  1. Atas dan bawah
  • Duduklah dilantai dengan sikecil
  • Ambil tiga atau empat balok susun dan bangunlah sebuah menara
  • Ambil sebuah mainan dan letakkan diatas menara dan katakan ‘mainanmu ada diatas’.
  • Jatuhkan mainan dari puncak menara dan katakan ‘mainanmu ada dibawah’
  • Ulangi permainan ini dan biarka dia memindahkan mainan dari atas ke bawah.

  1. Teman khayalan
  • Ambillah gelas kertas dan lubang pada satu sisinya
  • Lubang tersebut harus cukup untuk dimasuki jari tangan. Jari kita akan menjadi lubang diboneka.
  • Gambarlah mata dan mulut yang tersenyum didekat lubang tadi.
  • Berbicaralah pada sikecil dengan boneka itu dan katakan beberapa hal positif padanya
  • Katakan “aku sayang padamu” atau “senyummu manis sekali”
  • Ajukan pertanyaan yang bisa ia jawab dan puji jawabannya.

  1. Kata, kata, kata
  • Guntinglah gambar-gambar yang akrab seperti gambar binatang, bayi dan makanan dari majalah.
  • Ajak sikecil melihat-lihat gambar tersebut dan bicaralah tentang setiap gambar.
  • Misalnya, tunjuk gambar sapi dan katakan “sapi itu ada dipeternakan. Moooo mooo mooo”
  • Sekarang bertanylah pada sikecil bagaimana suara sapi. Jika dia tidak merespon, tirukan suara sapi tadi.
  • Tunjuk gambar bayi dan katakan “bayi ada dibuaian, bayi bersuara oooeeeek… oeeekk… lalu tanyakan bagaimana suara bayi.
  • Berceritalah tentang sebuah gambar yang sudah dilihat sikecil, lalu tambahkan gambar yang baru.
  • Biarlah ia memilih satu gambar dan bercerita tentang salah satu gambar atau biarkan ia mengarang cerita yang pendek dan sederhana tentang suatu gambar.

 

  1. Ayo bicara
  • Berbicara pada anak dapat mengembangkan kemahiran berbahasanya
  • Pilihlah subjek-subjek yang ia minati, misalnya tentang mainan, nenek dan kakek atau binatang peliharaanya.
  • Gunakan kata-kata yang deskriptif saat berbicara tentang suatu hal. Misalnya katakan “aku suka anak kelinci ini. Ia begitu lembut dan menyenangkan”
  • Sambil mengucapkan kata-kata diatas, peluk dan belai manian tersebut.
  • Berikan anak kelinci pada ikecil. Ulangi kata-kata tersebut dan drong dia untuk memeluk dan membelainya.
  • Kata-kata seperti “lembut” dan “menyenangkan” juga bisa digunakan untuk mendiskripsikan mainan-mainan lainnya.
  • Nantinya, kata-kata diskriptif tersebut akan menjai bagian dari kosakatanya.

 

  1. Ayo menyanyi
  • Boneka dan mainan binatang adaah teman istimewa bagi anak-anak
  • Bernyanyi dengan mainan binatang akan mengembangkan bahasa anak
  • Ambil boneka binatang dan letakkan dipangkuan kita
  • Nyanyikan lagu, lagu apa saja dan lakukan sesuai dengan lagunya. Berikut ada beberapa contoh lagu dan contoh gerakan yang menyertainya;
  • “Cicak Cicak Didinding” pada kata “hap” angkat boneka ke atas.
  • “Potong Bebek Angsa” – gerakkan boneka kekanan dan kekiri sesuai dengan lagu
  • “Kepala, Pundak, Lutut, Kaki” tunjuk tiap bagian tubuh bneka saat namanya disebut dalam lagu
  • “Kalau Kau Suka Hati Tepuk Tangan” – pegang tangan boneka itu dan tepukkan diakhir baris lagu.
  • Berikan boneka binatang itu pada anak anda dan bantulah ia melakukan gerakan dengan boneka sambil bernyanyi.

  1. Dengarkan bunyinya
  • ajaklah sikecil keluar rumah
  • bantu ia mengenal suara-suara yang menyenangkan diluar rumah
  • dengarkan suara burung. Saat mendengarkan burung berkicau, cobalah tirukan suaranya dan katakan padanya bahwa kita sedang menirukan suara burung.
  • Jika kita terus menerus menirukan suara itu, ia akan mengenalinya bahkan mencoba menirukannya.
  • Tambahkan suara-suara baru, seperti suara angin bertiup atau jangkrik yang mengerik.
  • Dengarkan juga suara-suara lain disekitar rumah, seperti suara mobil, suara sepeda motor atau suara kereta api.

 

  1. Asyiknya makanan
  • Aktivitas sederhana seperti menyiapkan makanan dapat mengajarkan banyak hal pada anak.
  • Memasak dengan anak dapat menjadikan pengalaman belajar yang menyeluruh sekaligus sangat menyenangkan
  • Anak-anak bisa mengalami rasa tekstur, bau, makanan, berbicara tentang bentuk dan ukuran dan mengobrol tentang warna.
  • Berikut ini aktivitas memasak sedehana yang bisa dilakukan bersama anak kita;
  • Potong pisang menjadi irisan kecil-kecil
  • Tusukkan tusuk gigi kestiap pisang
  • Celupkan pisang pada jus jeruk

Makanlah

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*