informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Mengapa Bayi Sering Menangis?

Ibu-ibu muda yang dihadapkan dengan mengasuh bayi kali pertama akan bertanya-tanya mengapa bayi sering menangis. Sesaat bayi dilahirkan, hal utama yang diharapkan orang tua dan dokter adalah tangisannya. Bayi yang baru lahir langsung menangis menandakan ia dalam keadaan sehat. Tangisan pertamanya merupakan reaksi terhadap lingkungan yang baru. Suhu dala rahim berbeda dengan suhu ruangan yang jauh lebih rendah. Tapi bagaimana jika awal kehidupannya masih sering menangis? Mari kita bahas.

Seluruh bayi yang baru lahir hanya mengenal satu jenis bahasa, tangisan. Melalui tangisan mereka berkomunikasi dengan lingkungan tentang apa yang mereka rasakan. Bayi bisa saja mengekspresikan keinginannya dengan berbagi tanda seperti menendang, menggerakkan mulut atau melambaikan tangan, tetapi ibu biasanya belum dapat mengerti tanda yang diberikan bayi. Cara paling efektif berkomunikasi bayi biasanya dengan tangisan. Berikut beberapa alasan mengapa bayi sering menangis;

1. Lapar

Lapar merupakan sebab bayi sering menangis yang paling umum terutama pada bulan-bulan awal kehidupannya. Ia merasa gelisah ketika lapar dan hanya mau berhenti menangis saat mendapatkan susu. Tangisan bayi yang kelaparan iasanya berirama dan persisten.

2. Popok basah
Popok basah tentu membuat bayi tidak nyaman. Bayi yang merasa tidak nyaman akan menangis sampai ia merasa nyaman dan aman. Bila bayi mungkin tidak lapar, coba cek popoknya apakah sudah perlu diganti atau tidak.

3. Bosan

Bila bayi dalam keadaan kenyang dan popoknya kering tapi masih saja tetap menangis, mungkin ia bosan dengan lingkungannya. Bayi yang merasa bosan bisa ditandai dengan tangisan yang berirama isakan dan rintihan. Bila demikian, ajak sikecil jalan-jalan atau berikan perhatian. Anda juga bisa mengajaknya ia ngobrol agar ia merasa ada seseorang yang menemaninya.

4. Lelah

Bayi memiliki tulang yang masih sangat muda. Gerakan dan kemampuan tubuhnya belum seimbang. Ia ingin terus bergerak tapi tubuhnya masih lemah. Hal ini daat mengakibatkan bayi menjadi mudah lelah.

5. Lingkungan yang kurang mendukung

Bayi yang merasa kepanasan dan kedinginan tentu tidak nyaman dan menangis. Usahakan membuat ruangan tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas untuk bayi. Anda juga perlu memperhatikan pencahayaan diruangannya.

6. Bayi dalam keadaan kurang sehat

Bayi yang kurang sehat akan menangis untuk mengkomunikasikan apa yang ia rasakan. Bayi tentu tidak akan nyaman ketika badannya sakit, misalnya flu berat yang menyumbat hidungnya, atau adanya infeksi telinga.

7. Kolik

Bayi yang menangis terus menerus bisa saja terserang kolik. Bayi kolik merupakan bayi tiba-tiba menangis. Belum dapat diketahui penyebab kolik. Kolik bisa ditandai dengan tangisan yang mendadak sehabis menyusu. Perut bayi kembung, kaki dan tangan seringkali terasa dingin.

 

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*