informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Mengatasi Anak yang Picky Eater

Picky eater merupakan kebiasaan yang suka memilih-milih makanan. Biasanya anak usia tiga tahun mulai menjadi picky eater. Anak hanya mau makan makanan yang ia sukai. Hal ini tentu tidak baik mengingat  pertumbuhan anak membutukan gizi seimbang yang terkandung dalam makanan yang variatif. Picky eater juga menyulitkan mama dalam memenuhi gizi sikecil. Ia jadi susah makan dan tentu akan mengganggu tumbuh kembangnya. Selain itu, menurut beberapa psikolog anak yang terbiasa memilih-milih makanan akan bertindak sama dengan hal-hal lain. Misalnya dalam memilih teman anak jadi sangat selektif. Tentu hal ini akan merugikan anak karena membatasi pertemanannya sehingga anak tidak dapat berkembang secara optimal.

Apa penyebab anak menjadi picky eater atau suka memilih-milih makanan?

Banyak psikolog menyatakan bahwa anak yang picky eater biasanya disebabkan karena anak meniru orang tua. Orang tua yang suka memilih makanan secara tidak langsung akan ditiru oleh anak. Ingat, anak adalah peniru yang handal.

Selain itu, anak mungkin anak merasa tidak nyaman dengan makanan yang sebelumnya atau jenis makanan tertentu. Mungkin juga anak tidak mau mencoba makanan yang baru, ia sudah terbiasa dengan makanan yang sebelumnya.

Penyebab anak merasa tidak nyaman dengan makanan tertentu bisa jadi karena anak pernah dipaksa untuk makan makanan tertentu. Paksaan tidak akan membuahkan hasil yang aik. Justru akan membuat anak berusaha menolaknya. Selain itu, ketika memberikan makananan, mungkin makanan anak tisak enak, bisa jadi terlalu asin, asam atau pahit. Mama harus bijak dalam memberikan makan kepada anak. Usahakan makanan yang ia makan tidak akan ditolak anak.

Lantas, bagaimana mengatasi anak yang picky eater?

Kebiasaan memilih makanan harus diubah sejak dini. Langkah awal yang paling utama dilakukan adalah mengubah kebiasaan orang tua. Orang tua harus mulai menunjukkan pada anak bagaimana menikmati makanan. Misalnya buatlah acara makan bersama dengan anak, tunjukkan betapa anda menyukai makanan anda meski anda tidak menyukainya.

Buatlah anak nyaman dengan apa yang ia makan. Bila ia menyukai rasa manis, berikan variasi rasa agar ia mengenal rasa lain dan mengeksplorasi lidahnya. Bila mengenalkan jenis makanan yang baru, berikan makanan tersebut sebagai variasi dengan makanan yang sudah biasa ia makan. Misalnya mama ingin mengenalkan cumi-cumi pada sikecil, maka gunakan cumi-cumi sebagai lauk pendamping bukan lauk yang utama. Ketika ia telah terbiasa, mama bisa memberikan cumi-cumi sebagai lauk pokok.

Bagaimana jika sikecil tidak menyukai sayur?

Biasanya anak yang tidak menyukai sayur juga berangkat dari kebiasaan keluarga. Keluarga yang jarang menghidangkan sayuran ketika makan akan berdampak pada kebiasaan anak pula dalam memilih makanan. Anak menjadi tidak terbiasa dengan sayuran. Dalam hal apapun anak perlu berlatih, termasuk dalam urusan makan. Latihan makan sayur harus dibiasakan sejak kecil mengingat manfaat sayuran yang luar biasa untuk kesehatan kita.

Nah, bila anak terlanjur tidak menyukai sayur maka mama harus lebih rajin dan telaten dalam menyiapkan makanan. Setiap kali makan sediakan sayuran dimeja makan. Disamping itu, tidak ada salahnya mama menjadi cerewet dengan menjelaskan manfaat sayuran untuk kecerdasan sikecil. Dengan begitu anak juga dapa memperluas wawasan dan pengetahuannya tentang sayuran. Semoga dengan melatih kebiasaan baik sikecil perlahan-lahan akan menyukai sayuran.

Bagaimana jika sikecil hanya mau jajan?

Banyak mama yang mengeluhkan sikecil tak mau makan, hanya mau jajan saja? Kenapa ya mam? Hmm… usia diatas tiga tahun biasanya suka meniru lingkungan sekitar. Anak-anak sedang senang-senangnya bermain dengan teman sebaya dimana ketika bermain dengan teman sebaya akan banyak melihat hal-hal baru. Bila dirumah ia diajarkan tidak suka jajan dan makan makanan rumahan, tidak begitu ketika ia disekolah atau diluar rumah. Ia dan teman-temannya suka mencoba hal baru yang banyak disediakan oleh para penjaja makanan kecil.

Tidak ada yang salah dengan mencoba hal yang baru. Yang harus mama lakukan adalah mewanti-wanti sikecil untuk bijak dalam memilih jajanan. Tunjukkan padanya mana jajanan yang layak dimakan dan mana yang berdampak kurang baik untuk kesehatan. Sikecil harus mulai belajar menjaga diri mengingat ia mulai terlepas dari kendali orang tua.

Masalah terjadi bila sikecil membawa perilaku disekolah, hanya mau jajan dan tidak mau makan. Mama boleh memberi sedikit toleransi pada sikecil, misalnya boleh jajan asal mau makan. Dan jajanan yang dibeli juga harus bersih, sehat, bergizi dan tidak mengandung penyedap rasa. Berikan batasan untuknya, boleh jajan tapi sehari hanya boleh dua kali, tidak lebih. Pada masa-masa seperti ini, penting bagi orang tua untuk menekankan pada anak dampak buruk ketika suka jajan dan tidak mau makan. Sesekali mama juga perlu membuatkan cemilan untuk sikecil. Selain kebersihan terjamin, mama juga bisa memantau nilai gizi yang anak makan.

Nah, demikian cara mengatasi anak yang pikcy eater atau suka memilih-milih makanan. Semoga bermanfaat ya mam J

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*