informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Panduan Memberikan Cemilan atau Finger Food

Cemilan atau finger food meski bukan makanan pokok namun sangat perlu dan penting bagi pertumbuhan bagi bayi. Mengkonsumsi finger food memiliki beberapa keuntungan. Usia bayi merupakan usia yang penuh dengan hal-hal baru, mereka suka mengeksplorasi keadaan sekitar. Apalagi pada saat fase oral, mereka suka memasukkan tangan atau benda-benda disekitarnya. Cemilan atau finger food dapat memuaskan fase oral ini. Tapi, anda harus menahan diri memberikan finger food jika sikecil masih berusia dibawah 6 bulan. Anda boleh memberikan finger food dalam waktu yang tepat. Lantas, kapan waktu yang tepat memberikan finger food? Mari kita ulas;

Kapan saat yang tepat memberikan finger food ?

  • Finger food boleh diberikan ketika bayi mulai sering mengunyah menggunakan gusi.
  • Ketika bayi telah mampu menjimpit benda dengan jari telunjuk dan ibu jarinya. Bayi yang telah mampu menjimpit telh memiliki sensivitas untuk menghubungkan kegiatan memegang makanan dan memasukkan makanannya ke dalam mulut. Jika bayi belum mampu menjimpit namun dikenalkan dengan finger food akan membuat bayi frustasi dan membuat kemampuan makan sendiri sedikit terhambat.
  • Mengenalkan finger food pada bayi tidaklah harus menunggu giginya tumuh. Pilih makanan yang mudah dikunyah agar sikecil tidak kesulitan dalam memakan finger foodnya.

Cara memberikan finger food pada bayi

  • Saat bayi memakan finger foodnya, pastikan posisi bayi duduk dengan tegak agar ia tidak tersedak.
  • Temani sikecil saat mengudap finer food karena awal pengenalan beresiko tersedak.
  • Biarkan ia mengambil finger food sendiri berdasarkan kemauannya. Jangan sodorkan finger food kemulut bayi.
  • Finger food yang paling disarankan adalah biskuit. Namun, anda juga bisamemberikan finger food dalam bentuk buah-buahan atau sayuran alami yang direbus atau dikukus.

Bentuk finger food

  • Sebaiknya finger food dapat dihancurkan oeh gusi bayi dengan mudah.
  • Jangan memberikan finger food yang terlalu tebal, bentuk potongan-potongan seperti stik, panjangnya jangan memelibi dua buku jari orang dewasa.
  • Jika memberikan finger food yang tidak dimasak (misalnya apel/pir), iris agak tipis tapi jangan terlalu tipis sehingga mudah hancur saat dipegang bayi.
  • Finger food tidaklah harus berupa buah. Anda juga bisa memberikan tahu atau tempe yang dipotong dadu kemudian digoreng. Bisa juga potongan putik brokoli, kentang, ubi yang dibentuk stik dan dikukus.

Catatan penting:

  • Percayalah pada anak anda. Jangan buru-buru mengorek makanan yang masuk ke mulut bayi karena khawatir tersedak. Mereka sangat pintar karena mereka mampu belajar dengan cepat. Mengorek makanan yang masuk kedalam mulut dapat beresiko masuknya kuman dari tangan orang tua/pengasuh. Selain itu juga dapat merusak kepercayaan diri sikecil bahwa mereka mampu mengunyah dengan baik.
  • Sebaiknya ajarkan sikecil cara mengunyah yang baik. Caranya lakukan gerakan mengunyah didepan bayi agar ia mengerti dan mengikuti apa yang anda lakukan.
  • Tetap perhatikan dan awasi bayi saat ia mulai mengkonsumsi finger food.
  • Lakukan gerakan mengunyah di depan bayi karena ia akan cenderung mengikuti apa yang kita lakukan.
  • Selembut apapun makanan, tidak berarti ia tidak akan tersedak. Ingat, bayi membutuhkan waktu untuk belajar makan.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*