informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Pengertian Metode Baby Led Weaning dan Cara Penerapannya

Momen memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada bayi seringkali menjadi momen yang ditunggu. Saking semangatnya, sebagian orang tua telah mempersiapkan berbagai kebutuhan MPASI, baik peralatan maupun jenis makanan. Mulai dari memilih biskuit, buah-buahan sampai dengan cemilan yang akan dinikmati oleh si buah hati. Semua hal tersebut tentunya dilakukan semata agar lidah si kecil bisa dimanjakan dengan hidangan yang enak dan cocok untuk perutnya yang masih begitu sensitif.

Meski sebagian besar ibu sudah benar-benar paham kapan harus mengenalkan MPASI pada bayi, namun beberapa ibu mungkin masih kebingungan kapan harus mengenalkan makanan padat pada bayi. Terlebih ibu baru yang masih belum punya banyak pengalaman mengasuh anak.

Selain itu, ibu muda seringkali merasa khawatir akan jenis makanan yang harus diberikan. Nah, untuk mengetahui kapan waktu yang cukup untuk memperkenalkan buah hati pada makanan pendamping ASI atau MPASI, maka kita simak penjelasan dibawah ini.

Kapan Sebaiknya Mengenalkan MPASI pada Bayi?

Sebagian orang tua mingkin merasa khawatir dan tidak percaya diri saat memberikan MPASI pertama pada sikecil. Biasanya, hal ini karena mereka belum cukup yakin kapan waktu yang tepat memberikan makanan padat pada bayi.

Menurut WHO, usia yang tepat untuk memberikan MPASI pada bayi adalah 180 hari atau 6 bulan. Kenapa memberikan MPASI harus 6 bulan? Karena pada usia tersebut, sistem pencernaan bayi sudah siap menerima makanan yang lebih padat dari ASI. Sebaliknya, pemberian MPASI sebelum memasuki usia tersebut dapat membuat kinerja pencernaan bayi bekerja lebih berat dalam mengolah makanan.

Tidak semua bayi memiliki sistem pencernaan yang sama. Kesiapan mereka menerima jenis makanan lain pun berbeda. Maka, sebenarnya 6 bulan bukan patokan yang baku. Nah, untuk mengetahui lebih jauh apakaha sikecil sudah siap mendapatkan MPASI, mama bisa melihat tanda-tanda berikut:

Tanda-Tanda Bayi Sudah Siap Diberikan MPASI

  • Bayi Sudah Mampu Menegakkan Kepala

Menegakkan kepala biasanya sudah dapat dilakukan oleh bayi berusia 4-5 bulan. Leher bayi sudah lebih kuat dan mampu menegakkan kepalanya sendiri. Hal ini penting untuk menjadi salah satu eprtimbangan kesiapan sikecil menerima MPASI. Leher yang lurus akan memudahkan bayi menelan makanannya.

Sebaliknya, jika bayi belum mampu menegakkan kepalanya sendiri, ada baiknya niat memebrikan MPASI ditunda terlebihd dahulu demi keselamatan dan kesehatan sikecil.

  • Bayi Sudah Mampu Membuka Mulutnya Lebar-Lebar Saat Diberikan Sendok

Jika bayi menunjukkan ketertarikannnya dengan sendok dengan membuka mulutnya lebar-lebar saat melihat sendok, maka kemungkinan ia sudah siap menerima MPASI. Bayi berusia 6 bulan biasanya sudah mulai bertingkah ingin mengikuti orang tuanya. Ketika ia seringkali melihat orang tua makan dengan sendok, maka ia memiliki ketertarikan untuk melakukan hal yang sama.

  • Bayi Sudah Mampu Duduk di High Chair

High cair atau kursi khusus makan untuk bayi bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan kesiapan bayi menerima MPASI. Sejak pertama berkenalan dengan MPASI, biasakan sikecil makan sambil duduk dan berada di lingkungan meja makan. Ini merupakan tahap awal dalam mendidik anak agar terbiasa makan bersama keluarga dalam satu meja makan.

Oleh karena itu, hidari menyuapi bayi anda diatas baby walker atau malah menggendongnya. Bila ibu melakukan ini, akan sulit membiasakan sikecil makan bersama keluarga. Terlebih jika ibu sering menggendong bayi saat makan, hal ini akan menjadi kebiasaan sikecil. Ibu sendiri yang kerepotan nantinya.

  • Bayi Mulai Tertarik dengan Makanan yang Kita Konsumsi

Bayi yang sudah siap dengan makanan pendamping selain ASI yang diberikan oleh ibunya akan mulai menunjukan ketertarikannya dengan apa yang kita konsumsi. Ketika orang dewasa makan, maka akan terlihat perhatian si kecil yang mulai teralihkan pada orang tersebut. Ia akan memandangi suapan demi suapan saat orang dewasa makan. Bahkan bayi mungkin menunjukan sikap cemburu dengan merengek meminta mencicipi makanan yang kita makan.

  • Adanya Perubahan Pola Makan dan Pola Tidur

Bayi yang telah siap menerima MPASI umumnya akan membutuhkan makanan dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah sebelumnya, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadap pola makan dan juga pola tidurnya yang berbeda dari biasanya.

Misalkan, ia menjadi lebih banyak meminum susu dibandingkan dengan biasanya. Bila biasanya dalam sehari ia bisa meminum 5 kali dan sekali minum bisa menghabiskan 120 ml, namun pada saat ini jumlahnya menjadi lebih banyak, maka bisa jadi ia sudah mulai siap untuk menerima MPASI.

Nah, itulah dia beberapa tanda yang bisa jadi mengindikasikan bahwa si kecil sudah mulai membutuhkan MPASI. Pemberian makanan ini penting diberikan pada si buah hati dan sebaiknya lakukan dengan cermat dan hati-hati.

Mengenal Baby Led Weaning

Banyak metode yang bisa diterapkan dalam memberikan MPASI pada bayi. WHO sendiri sudah mengeluarkan panduan yang bisa anda terapkan.

Baca selengkapnya : Panduan MPASI Menurut WHO

Tak hanya WHO, saat ini sedang marak penggunaan metode “Baby Led Weaning” dalam memberikan MPASI. Baby Led Weaning (BLW) dicetuskan kali pertama oleh Gill Rapley dalam bukunya yang berjudul sama. Pon penting dalam metode ini adalah menekankan agar bayi dapat makan sendiri sejak makanan padat pertamanya.

Bagi ibu muda yang belum memiliki banyak pengalaman mengurus anak, menerapkan metode ini tentu akan menimbulkan kekhawatiran. Ada perasaan tidak tega dan tak kuasa membiarkan malaikat kecilnya makan sendiri sedang anda bisa dengan menyuapinya. Belum lagi kebiasaan sikecil sebelumnya yang hanya minum dari puting ibu, tentu akan membuat ibu tak tega melihat sikecil menguyah makanan padat.

Padahal, bayi berusia 6 bulan dinilai sudah cukup mampu mencoba makana yang lebih padat dari susu. Sebab pada usia ini, kebutuhan gizi dna nutrisi sikecil juga jauh lebih besar ketimbang sebelumnya.

Untuk itulah, sudah saatnya ibu memberikan makanan pendamping ASI pada si kecil dan menerapkan metode Baby Led Weaning padanya.

Lantas Apa Itu Baby Led Weaning?

Istilah Baby Led Weaning (BLW) mungkin sudah banyak diterapkan ibu-ibu perkotaan yang ingin anaknya tumbuh mandiri. Lewat metode ini, bayi akan diarahkan untuk mengambil dan memakan sendiri makanannya. Tidak ada puree, bubur dan sejenisnya. Tidak ada pula metode suap-suapan dengan menggunakan sendok. Bayi hanya diberi fingger food yang diletakkan didepannya, kemudian ia dibiarkan menyantap sendiri makanannya.

Baca juga : Kumpulan Finger Food yang Harus Dicoba

Dengan demikian, anak akan mencicipi sendiri berbagai jenis makanan yang ia pilih. Sikecil pun akan tampak lebih bersemangat untuk mencoba makanan sehat. Adapun jenis makanan yang cocok untuk metode ini adalah finger food, yakni makanan yang bisa “dicomot” oleh tangan bayi yang mungil.

Baby Led Weaning merupakan metode mengenalkan bayi makanan padat dengan menekankan anak mengunyah sendiri makanan padatnya. BLW tidak mengenal cara tradisional dengan menyuapi sikecil menggunakan sendok. Kebanyakan bayi usia 6 bulan sudah mampu meraih makanan mereka saat makan bahkan meniru mengunyah seperti orang tua. Jika anda menerapkan metode BLW, bayi akan lebih bersemangat untuk makan sendiri jika ia melihat piring dan melihat makanan kesukaanya.

Pendekatan BLW dapat dilakukan dengan mengatakan “Silahkan, makanlah sayang!” Menawarkan makanan pada si bayi dengan menempatkannya tepat dihadapan si kecil, diatas nampan high chairnya dan dibuat dalam potongan yang kecil agar memudahkan ia mencerna makanan tersebut.

Para ahli mengatakan bahwa metode ini amat baik diterapkan pada si kecil dan memberikan bayi kontrol dari proses makan akan melibatkan indera dan meningkatkan pengalaman mereka.

Sementara itu bayi yang disuapi cenderung akan makan sampai ia selesai. Berbeda dengan pendekatan BLW dimana metode ini akan memungkinkan si anak untuk memutuskan kapan ia kenyang. Kesadaran penuh ini akan dapat dikatakan mampu memberikan anak pendekatan yang jauh lebih bahagia dan sehat dalam hal memilih makanan di kemudian hari daripada saat mereka disuapi.

Selain itu, langkah yang satu ini tentu akan menghindarkan anak dari resiko obesitas pada saat anak beranjak lebih besar. Membiarkan anak untuk mengatur makan mereka sendiri dan tidak menekan mereka untuk makan lebih banyak dari jumlah yang mereka butuhkan adalah hal yang amat penting dalam mendorong si buah hati untuk mengembangkan pola makan yang sehat untuknya.

Akan tetapi, tidak mudah memang menerapkan metode ini pada bayi dan mungkin anda pun tidak bisa mengharapkan terlalu besar jika anak anda akan mampu menguasai kemampuan makan sendiri dengan begitu cepat. Resiko yang anda dapatkan dari membiarkan anak menyantap makanannya sendiri selain dari kondisi yang berantakan, diantaranya adalah ketakutan bila si buah hati tersedak dengan makanan yang ia konsumsi. Akan tetapi, mari kita hadapi ketakutan tersebut.

Menyerahkan makanan pada bayi memang adalah prospek yang menakutkan sekaligus menjadi kekhawatiran yang besar untuk kita para orangtua. Akan tetapi sebuah studi mengungkapkan, bahwa metode Baby Led Weaning sebenarnya lebih aman, karena metode ini difungsikan guna mengajarkan si buah hati untuk mengunyah makanan yang baru dengan tekstur agak padat dengan tepat dan tehnik menelan adalah hal yang diperhatikan dalam hal ini. Dimana metode ini tentunya jauh lebih baik dibandingkan dengan hanya menggunakan pendekatan makan dengan menggunakan sendok.

Pada saat diberikan bubur, bayi diajarkan untuk menghisap makanannya langsung dari sendok, kemudian belajar untuk menelan makanan tersebut. Akan tetapi, pada tehnik BLW si bayi akan diajarkan bagaimana menguyah makanan pertama yang ia cicipi, yang secara alami bergerak kebagian belakang tenggorokannya untuk kemudian ia telan dengan perlahan.

Bayi yang mendapatkan pelajaran BLW memberikan orangtua kontrol penuh dari apa yang mereka makan dan membatasi ketergantungan dan pengawet yang umum dtemukan pada makanan instan. Bukan hanya itu, metode pengenalan makanan pendamping ASI ini memungkin si kecil untuk mendapatkan berbagai variasi makanan yang tidak diawetkan atau dihaluskan.

Jika metode Baby Led Weaning  memberikan manfaat yang besar untuk bayi, tidak sama halnya dengan orangtua yang akan cukup kerepotan dan mungkin anda akan stres dibuatnya. Apalagi metode ini akan membuat makanan yang anda sajikan pada si kecil cenderung membuat ruangan menjadi berantakan. Akan tetapi demi perkembangan anak, apa sih yang tidak kita lakukan sebagai orangtua, betul kan bun?

Pada tahapan awal menerapkan metode ini pada bayi, bunda mungkin akan mendapati meja menjadi berantakan dan makanan berserakan dimana-mana. Selain itu, saat menyantap makanan, si kecil akan mungkin terlihat kotor dengan noda makanan yang menempel pada baju dan juga wajahnya.

Hal ini tentunya wajar, mengingat si kecil belum paham betul bagaimana makan dengan cara yang baik dan tertata. Namun disinilah, momennya belajar perlahan namun pasti bunda akan dapat mengarahkan mereka untuk makan dengan lebih baik.

Selain itu, kotoran dan kondisi yang berantakan akan perlahan membuat bunda terbiasa dengan kondisi ini sehingga pada akhirnya seiring dengan berjalannya waktu bunda akan menemukan solusi sendiri bagaimana mengatasi kondisi tersebut. Seperti misalkan memberikan alas pada tempat makan si kecil atau memberikannya serbet dari kain untuk ditempelkan pada bajunya agar seselesainya ia makan, maka bunda bisa mencabut kain tersebut dan membersihkan wajah si kecil sehingga ia bisa kembali bersih.

sumber: bidanku.com

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


1 Comment on Pengertian Metode Baby Led Weaning dan Cara Penerapannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*