informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Posisi Tidur Ibu Hamil yang Aman untuk Kandungan

Saat anak pertama saya genap berusia 3 tahun, saya dan suami memutuskan untuk menambah momongan. Kami ingin menyempurnakan keluarga kecil ini dengan anggota keluarga yang genap. Keinginan itu hadir dalam setiap doa kami. Tak disangka, sebulan sejak kami memiliki niat untuk menimang bayi lagi, saya positif hamil. Ibu mana yang tak bahagia saat Tuhan begitu baik mengabulkan setiap doa dan harap. Saya  dan janin dalam rahim saya akan menjalani perjalanan panjang yang tak akan pernah terlupakan sepanjang hidup. Kami akan menyusuri kehidupan baru yang penuh harap.

Kehamilan kedua ini sangat berbeda dengan kehamilan pertama. Saat anak pertama, saya tak pernah mengalami morning sickness. Tidak pernah merasa mual dan muntah. Sebaliknya, saat hamil anak pertama energy saya meluap-luap. Ingin melakukan banyak hal, ingin pergi kemana pun yang belum pernah terjamah.

Selama 9 bulan lamanya, banyak perubahan yang terjadi pada ibu hamil. Baik perubahan fisik maupun mental. Perubahan fisik ibu yang signifikan kadang menimbulkan rasa tidak nyaman. Terlebih saat ibu hamil tidur, beberapa ibu mungkin khawatir posisi tidurnya menganggu perkembangan janin.

Nah, jadi bagaimanakah posisi tidur yang nyaman dan aman untuk janin yang ada dalam kandungan ibu? Ini pertanyaan yang sering ditanyakan ibu yang sedang melalui masa kehamilan. Ibu hamil memang sudah seharusnya menjaga kondisi tubuh dan kondisi kehamilannya dengan berbagai cara. Ibu tidak hanya butuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan bernutrisi tinggi saja, tapi juga harus ekstra hati-hati dalam beraktivitas sehari-hari agar tetap merasa nyaman dan tidak menganggu perkembangan janin. Selain perlu mengurangi kegiatan yang melelahkan, tidak mengangkat beban yang berat dan memperhatikan posisi tidur.

Jika pada awal kehamilan ibu masih bisa dan boleh tidur semaunya, saat usia kehamilan semakin bertambah, ibu tidak lagi diperkenan tidur dengan posisi sembarangan. Pasalnya, perubahan fisik ibu hamil dan perkembangan janin membatasi gerak ibu.

Posisi Tidur Ibu Hamil Trimester Pertama

Jika usia kandungan anda masih muda, anda tidak perlu khawatir dengan posisi tidur. Trimester pertama ini anda boleh tidur dengan posisi favorit anda. Meski pada awal kehamilan perut anda juga sudah mulai mengalami perubahan, anda tidak perlu khawatir karena perut anda memiliki sistem perlindungan yang kuat terhadap janin. Dalam hal apapun, kondisi janin akan tetap aman karena terdapat cairan ketuban yang membuat janin memiliki cukup ruang untuk berkembang.

Diakhir trimester pertama, mungkin perut ibu yang berkembang lebih besar akan membuat ibu kurang leluasa bergerak. Pada kondisi ini, ibu masih diperbolehkan tidur dalam posisi apapun, namun ada posisi yang dianjurkan agar ibu tetap bisa tidur dengan nyaman tanpa mengganggu pertumbuhan janin. Berikut beberapa posisi tidur ibu hamil yang direkomendasikan saat trimester pertama.

  1. Tengkurap

Pada trimester pertama, perut ibu belumlah terlalu besar. Jadi, ibu bisa memilih posisi tidur apa saja yang membuat ibu merasa nyaman. Bahkan, pada usia ini posisi tidur tengkurap juga dianggap cukup aman. Akan tetapi, tanda kehamilan seperti dada yang membesar dan lebih sensitif memang membuat ibu kurang nyaman jika tidur dengan posisi tengkurap. Selain itu, posisi tengkurap juga bisa mengurangi kelancaran peredaran darah dari ibu dan janin, maka bisa mengakibatkan ibu merasa mual.

  1. Terlentang

Posisi terlentang merupakan poisisi yang banyak disukai orang saat tidur, termasuk wanita yang sedang hamil. Bagi anda yang tengah hamil muda, anda boleh saja memilih posisi tidur terlentang jika membuat anda merasa cukup nyaman saat tidur. Namun, jika kehamilan sudah memasuki usia 16 minggu, tidur terlentang kurang disarankan karena perut anda juga mulai membesar. Pasalnya, jika anda tidur terlentang maka secara otomatis beban rahim akan bertumpu pada bagian belakang tubuh termasuk usus dan vena cava inferior. Maka, posisi terlentang cukup rentan mengakibatkan gangguan kesehatan seperti sakit pinggang, gangguan pencernaan dan wasir. Poisisi tidur ini juga dapat mempengaruhi tekanan darah.

  1. Miring

Posisi tidur miring merupakan posisi yang paling direkomendasikan untuk ibu hamil. Posisi tidur miring menjadi posisi yang paling aman dan nyaman untuk ibu hamil dan perkembangan janinnya. Tidur dengan posisi miring tidak menyebabkan bagian tubuh ibu terbebani. Posisi yang paling baik saat tidur adalah miring ke kiri. Posisi tidur ini akan banyak membantu mengurangi rasa mual yang terjadi selama masa kehamilan. Sedangkan untuk bayi, peredaran darah dari ibu ke bayi bisa berjalan lancar sehingga pasikan nutrisi untuk bayi bisa maksimal.

Tidur dengan satu posisi sepanjang malam tentu tidak nyaman. Jika anda mulai tidak nyaman, pindah posisi miring ke kanan. Jangan sampai anda merasa tidak nyaman karena terus-terusan tidur miring ke kiri. Poin penting dalam tidur ibu hamil adalah ibu mendapatkan istirahat yang berkualitas.

Pantangan Ibu Hamil Muda

Nah, setelah anda memahami berbagai posisi tidur ibu hamil muda, ada bauknya kita juga memahami beberapa pantangan untuk ibu yang hamil muda. Kehamilan yang masih muda masih bisa dikatakan rentan. Survei membuktikan bahwa mayoritas keguguran sebanyak 66 – 75 % terjadi pada masa hamil muda. Angka yang cukup tinggi, bukan?

Karenanya, memasuki tahap kehamilan muda, anda harus berhati-hati terutama soal makanan. Ada beberapa makanan yang beresiko mengganggu kehamilan. Makanan laut secara umum merupakan makanan yang sehat, bamun ada beberapa jenuus makanan laut yang harus dihindari karena mengandung merkuri. Beberapa spesies hewan laut memiliki kemampuan menumpuk merkuri dalam tubuhnya yang akan terus terakumulasi. Seafood yang harus dihindari adalah hiu, makarel, lobster. Kepiting juga harus dihindari karena akan menyebabkan gangguan pada rahim

Beberapa buah-buahan ternyata juga harus dihindari diantaranya nanas yang memiliki enzim untuk merusak protein, kemudian pepaya muda, dan durian. Hindari juga konsumsi alkohol dan jauhi asap rokok karena akan menyebabkan kecacatan pada janin hingga dapat menyebabkan keguguran. Kafein juga perlu dihindari meskipun ada beberapa pendapat yang memperbolehkannya meskipun dalam jumlah sedikit.

Posisi Tidur Ibu Hamil Selama Trimester Kedua

Masa trimester kedua sering menjadi masa yang paling nyaman untuk ibu hamil. Saat itu kandungan sudah menunjukkan perkembangan janin yang cukup pesat tapi tidak menimbulkan gangguan untuk ibu hamil. Bahkan semua jenis keluhan dan gangguan selama trimester pertama tidak muncul lagi, meskipun beberapa ibu hamil juga bisa merasakan gejala dengan intensitas yang lebih kecil. Tapi jangan pernah terlena dengan posisi yang terasa lebi nyaman namun tidak aman untuk janin. Berikut ini posisi tidur paling baik untuk trimester kedua :

  1. Miring Ke Kiri

Posisi tidur ibu hamil berdasarkan trimester kedua yang paling baik adalah miring ke bagian kiri. Posisi ini akan membuat tubuh ibu hamil menjadi lebih nyaman sementara janin bisa bergerak leluasa. Selain itu pasokan oksigen dan nutrisi ke plasenta juga mengalir lancar.

  1. Jangan Terlentang

Selama ibu hamil masuk ke trimester kedua maka jangan pernah tidur dengan posisi terlentang. Tidur dengan posisi ini bisa membatasi asupan okigen untuk janin. Selain itu juga bisa menyebabkan kelelahan pada bagian punggung ibu hamil.

Tips Tidur untuk Trimester Kedua

Meksipun ibu hamil merasa sangat nyaman untuk masuk ke trimester kedua, maka tetap harus memperhatikan kualitas tidur. Ikuti beberapa tips agar tidur menjadi lebih nyaman pada trimester kedua :

Atur jam tidur dan jumlah jam tidur – Untuk mendukung pertumbuhan janin dan cara menjaga kehamilan agar tetap sehat makan ibu hamil harus membiasakan tidur dalam jumlah rutin. Tidur selama 8 jam per hari menjadi jumlah yang sangat cukup untuk mendukung kehamilan.

Hindari Insomnia – Untuk menghindari insomnia atau gangguan kesulitan tidur, maka hindari menonton TV berlebihan selama kehamilan masuk ke trimester kedua. Televisi sering menjadi hiburan untuk ibu hamil tapi menonton berlebihan bisa menyebabkan gangguan tidur.

Jangan Makanan Pedas – Jangan mengkonsumsi makanan yang pedas menjelang tidur. Pantangan makanan ibu hamil ini bisa menyebabkan rasa mulas sehingga menjadi gangguan yang bisa mengurangi kenyamanan saat tidur.

Posisi Tidur untuk Trimester Ketiga

Bagi ibu hamil yang masuk ke trimester ketiga maka biasanya akan mengalami gangguan tidur yang lebih tinggi. Gangguan ini disebabkan karena ibu hamil merasa cemas terhadap tanda-tanda akan melahirkan dan kondisi perut yang semakin besar. Hal ini bisa menyebabkan semua posisi tidur menjadi tidak nyaman.

Salah satu posisi tidur ibu hamil berdasarkan trimester ketiga adalah posisi miring ke kiri. Posisi ini sangat baik untuk menjaga agar asupan nutrisi untuk janin tetap berjalan.

Lakukan Hal Ini Agar Lebih Nyaman

Ada hal-hal tertentu yang dapat Anda lakukan untuk membuat posisi tidur di atas menjadi lebih nyaman. Tentu saja sekaligus membuat bayi tetap aman. Posisi-posisi tersebut dapat Anda lakukan pada kondisi-kondisi tertentu, yaitu:

  • Letakkan bantal di bawah kepala lebih banyak jika Anda mengalami nyeri ulu hati. Tujuannya untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.
  • Letakkan bantal di bawah perut pada saat berbaring ke samping. Tujuannya untuk menopang perut. Pilihan lain, letakkan bantal di antara kedua lutut. Jika Anda sempat, belilah bantal panjang khusus untuk mendukung posisi tidur ibu hamil 9 bulan. Bila tidak, bantal biasa sudah cukup.
  • Letakkan bantal di bawah sisi tubuh jika Anda mengalami sesak napas. Tujuannya membuat dada Anda lebih terangkat dan melancarkan saluran pernapasan.

Tidur dalam keadaan hamil besar memang tampak merepotkan, tetapi menemukan posisi tidur ibu hamil 9 bulan yang baik masih dapat dilakukan. Dengan demikian, Anda tetap dapat beristirahat dengan nyaman sambil menunggu kelahiran buah hati.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*