informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Proses Melahirkan Normal Lengkap, Ini Videonya

Melahirkan merupakan peristiwa yang dinanti-nantikan ibu hamil. Penantian selama sembilan buan lebih akan berakhir setelah persalinan usai. Disisi lain persalinan menjadi peristiwa yang menegangkan dan mendebarkan. Menjelang persalinan, wanita yang baru pertama kali akan melahirkan biasanya terbayang proses persalinan yang menyaitkan, menguras energi dan perjuangan yang melelahkan, terlebih jika melahirkan normal.

melahirkan - telegraph.co.uk
melahirkan – telegraph.co.uk

Sebaiknya, ibu harus mempersiapkan banyak hal sebelum persalinan benar – bernar terjadi. Yang paling penting dalam menyongsong persalinan adalah persiapan mental dan pengetahuan. Dengan memiliki banyak pengetahuan tentang kehamilan dan persalinan, ibu akan lebih siap menghadapi proses persalinan. Proses persalinan dibagi menjadi empat tahap, berikut ulasannya;

Kala I : Tahap Pembukaan

Melahirkan di Rumah sakit/CC0/parentingupstream
Melahirkan di Rumah sakit/CC0/parentingupstream

Tahap I ditandai ditandai lendir bercampur darah karena serviks mulai terbuka dan mendatar. Darah yang keluar berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar karnalis servikalis karena adanya pergeseran serviks mendatar dan terbuka. Pada kala ini, terbagi menjadi dua fase yakni fase laten dan fase aktif.

Fase laten merupakan fase dimana pembukaan serviks berlangsung lambat sampai pada pembukaan 3 cm.

Fase aktif  merupakan fase yang terbagi menjadi 3 subfase, yakni akselerasi, steady dan deselerasi.

Baca juga:

Fase Pembukaan, Fase Paling Menyakitkan dalam Persalinan?

Melahirkan Tanpa Jahitan? Ini Rahasianya!

Mengatasi Nyeri saat Fase Persalinan Mulai Tiba

Kala I merupakan tahap pertama yang berlangsung antara 12-24 jam untuk kehamilan pertama dan 6-10 jam pada kehamilan berikutnya. Pada tahapan ini, mulut rahim menjadi lebih tipis dan terbuka karena kontraki rahim yang terjadi secara berkala. Setiap kontraksi rahim terjadi, bayi akan terdorong kebawah dan mengakibatkan pembukaan jalan lahir. Kala I dinyatakan lengkap ketika pembukaan sudah mencapai 10cm, artinya bayi siap keluar dari rahim.

Masa – masa ini menjadi masa yang paling sulit bagi ibu. Menjelang akhir kala I, pembukaan jalan lahir sudah hampir sempurna. Kontraksi semakin sering dan semakin kuat. Rasa sakit yang dirasakan ibu semakin kuat. Ibu akan merasakan mulas yang luar biasa dan tekanan yang kuat ke arah bawah. Jika pembukaan sudah mencapai 10 cm, maka kala I dianggap berakhir. Bayi siap dilahirkan dan proses persalinan memasuki kala II.

Kala II: Tahap Kelahiran Bayi

Melahirkan tanpa jahitan/www.birthphotographers.ca
Melahirkan tanpa jahitan/www.birthphotographers.ca

Pada kala II, rasa mulas terkoordinir dengan sangat kuat, cepat dan lebih lama. Kira – kira sekitar 2 – 3 menit sekali. Posisi kepala janin turun, masuk ke ruang panggul sehingga terjadi tekanan pada otot – otot dasar panggul secara reflektoris menimbulkan rasa mengejan.

Pada kala ini, ibu merasa ingin buang air besar, anus dalam keadaan terbuka. Pada waktu mengejan, kepala janin mulai terlihat, vulva (bagian terluar vag!na) membuka dan perineum (daerah antara anus-vag!na) meregang.

Ibu akan merasakan tekanan yang kuat pada daerah perineum. Daerah perineum sangat elastis, tapi mungkin dokter atau bidan mungkin memperkirakan perlu pengguntingan pada perineum (episiotomi). Pengguntingan daerah perineum dilakukan dengan tujuan mencegah perobekan paksa pada daerah perineum akibat tekanan bayi.

Kala III; Tahap Pengeluaran Plasenta

Setelah bayi lahir, plasenta keluar dengan sendirinya. Proses keluarnya plasenta memakan waktu antara 5 – 30 menit. Keluarnya plasenta disertai dengan darah kira – kira 100-200 cc. Kontraksi rahim akan mengeluarkan plasenta. Dokter atau bidan akan melepaskan plasenta dari dinding rahim. Setelah itu, dokter/bidan akan melakukan pembersihan dan menjahir daerah perineum jika terjadi tindakan episiotomi.

Kala IV; Tahap Pengawasan

Tahap terakhir adalah tahap pengawasan terhadap bahaya pendarahan yang mungkin terjadi. Pengawasan dilakukan pada kurun waktu ± 2 jam. Ibu masih akan terus mengeluarkan darah dari vag!na yang berasal dari pembuluh darah yang ada pada dinding rahim, meski tidak banyak. Beberapa hari setelah persalinan, anda masih akan mengeluarkan darah yang disebut lokia yang berasal dari sisa-sisa jaringan.

Pada beberapa kasusu, darah mungkin bisa keluar lebih banyak karena kontraksi otot-otot rahim sangat lemah. Maka, pengawasan perlu dilakukan untuk segera melakukan tindakan jika pendarahan semakin hebat.

Sebagai gambaran, anda dapat elihat video melahirkan normal disini

Berbagai Masalah Vagina Pasca Melahirkan

Melahirkan menjadi peristiwa penting bagi ibu dan bayi. Kebahagiaan luar biasa pasca melahirkan tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, pasca melahirkan banyak hal yang bisa berubah. Salah satunya adalah organ kewanitaan anda.

Bagi beberapa wanita, membicarakan organ vital pasca melahirkan mungkin dianggap tabu. Namun tak ada salahnya anda tahu apa yang mungkin terjadi pada miss V anda sehingga anda tidak terlalu khawatir. Berikut beberapa masalah kewanitaan yang bisa terjadi pasca melahirkan:

  1. Kebocoran Urin

Pasca melahirkan, miss V mungkin kurang mampu menahan berbagai tekanan, akibatnya terjadi sedikit kebocoran urin. Misalnya saat anda bersin, anda juga mengeluarkan urin tanpa anda sadari. Hal ini terjadi karena ada penekanan pada perut anda.

Alyssa Dweck, MD, seorang ginekolog di Westchester, New York menyarankan ibu yang telah melahirkan sebaiknya melakukan latihan kegel untuk menguatkan otot dasar panggul. Jika senam tidak terlalu membantu, obat-obatan dapat diberikan. Bahkan operasi juga bisa dilakukan.

  1. Hubungan Suami Istri

Pasca melahirkan, banyak mama yang takut melakukan hubungan suami istri. Pasalnya, adanya kemungkinan dokter/tenaga kesehatan merobek miss V untuk memudahkan jalan lahir bayi. salah satu cara terbaik untuk memperbaiki aktivitas seksual adalah dengan latihan. Mintalah saran kepada dokter mengenai latihan yang bisa memulihkan kondisi anda pasca persalinan.

  1. Kekeringan

Pasca melahirkan, hormon ibu tidak akan segera kembali normal, terlebih bagi ibu menyusui. Gunakan pelumas atau krim estrogen jika diperlukan dalam aktivitas suami istri.

  1. Organ Kewanitaan Berubah Menjadi Lebih Gelap

Jangan khawatir jika organ kewanitaan anda berubah warna menjadi lebih gelap, hal itu sangat normal. Pasca melahirkan, miss V memang berubah menjadi lebih gelap, terutama sekitar labia dan perineum (kulit antara vagina dan anus).

  1. Mengeluarkan Bau Aneh

Pasca melahirkan, miss V akan mengeluarkan bau aneh, biasanya terjadi 6-8 minggu pasca melahirkan. Hal ini normal terjadi, namun jika mengeluarkan bau busuk segera konsultasikan ke dokter karena ada kemungkinan terjadi infeksi.

  1. Vagina akan sembuh dengan sendirinya

Itulah mengapa vagina disebut sebagai sesuatu yang ajaib. Meski telah melewati sesuatu yang menyakitkan, vagina bisa sembuh dengan baik setelah melahirkan, lebih baik dibandingkan bagian-bagian tubuh lainnya. Ya, itu memang tidak akan sama persis seperti semula, namun Anda akan merasa nyaman seperti sebelumnya.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*