informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Serba-serbi MPASI yang Perlu Anda Tahu

Waktu MPASI merupakan waktu yang istimewa bagi ibu dan bayi. MPASI merupakan tahapan pengenalan makanan padat pada bayi. Karena bayi memiliki organ tubuh yang masih belum sempurna, maka tak boleh sebarangan memberikan MPASI. Berikut beberapa hal yang bisa terjadi dalam pemberian MPASI.

  1. Bayi suka mengemut jari belum tentu minta makan

Banyak yang berpendapat bahwa ketika bayi suka mengemut tangannya berarti ia minta makan, padahal bayi masih berusia 4 bulan. Pendapat itu merupakan pendapat yang sangat keliru. Setiap bayi akan mengalami fase oral. Fase oal merupakan fase dimana bayi mulai tertarik memasukkan segala sesuatu kedalam mulut. Bayi akan merasakan kepuasan tersendiri ketika ia mampu memasukkan sesuatu kedalam mulutnya. Fase oral dimulai ketika ia berusia 2 bulan.

  1. MPASI harus dikenalkan ada usia 180 hari atau 6 bulan

Berdasarkan panduan WHO (baca: panduan MPASI WHO), MPASI dikenalkan kali pertama dikenalkan pada bayi usia 6 bulan atau 180 hari. Bayi dibawah 6 bulan belum memiliki pencernaan yang sempurna sehingga belum dikenalkan pada makanan padat. Bayi yang telah berusia 6 bulan jika tidak diberi MPASI dikhawatirkan akan kekurangan nutrisi karena kebutuhan kalorinya sudah meningkat. Maka pemberian MPASI harus tepat di usia 6 bulan.

  1. Makanan awal yang dikenalkan saat MPASI

Banyak ibu-ibu kebingungan tentang makanan pertama yang boleh dikenalkan pada bayi. Pada prinsipnya, ibu harus menganalkan makanan yang sering dikonsumi keluarga. Untuk perkenalan berikan makanan yang mengandung karbohidrat. Setelahnya anda bisa mengenalkan kelompok sayur-sayuran dan buah-buahan. Anda juga perlu mengenalkan kategori lemak, protein nabati dan protein hewani sesuai dengan panduang gizi seimbang (baca: panduan gizi seimbang).

Pada minggu pertama, kenalkan pada sikecil makanan dengan menu tunggal. Anda  juga bisa menambahkan ASI/susu formula dalam MPASI agar sikecil bisa mengenali rasanya. Kelompok karbohidrat kenalkan dengan kentang yang dihaluskan. Pada usia dua minggu, berikan bubur saring dengan menu lengkap yang mengandung karbohidrat, sayuran, protein hewani, protein nabati dan sumber lemak. Sebagai sumber lemak anda bisa menggunakan kaldu daging, minyak atau santan. Anda bisa menggunakan minyak ikan, minyak zaitun, minyak sayur, minyak kelapa, margarin atau minyak goreng.

  1. MPASI Bayi prematur

Bagaimana memulai MPASI untuk bayi prematur? Apakah harus 6 bulan sejak ia lahir? Beberapa Dokter Spesialis Anak (DSA) menyarankan pemberian MPASI pada usia lahirnya (birt date) selama organ-organ pencernaan bayi dinilai sudah siap. Namun, beberapa dokter lain memiliki pendapat sebaliknya. Kesiapan bayi prematur dihitung dari tanggal Hari Perkiraan Lahir (HPL) untuk menyesuaikan dengan kematangan organ tubuhnya. Bila anda ragu, sebaiknya anda mengkonsultasikannya dengan DSA anda.

  1. Pemberian air putih

Kapan air putih boleh diberikan pada bayi? Air putih boleh diberikan pada bayi ketika ia memulai MPASI pertamanya. Air putih merupakan bagian dari gizi seimbang sebagai sumber mineral. Kebutuhan mineral bayi ketika berumur 6 bulan mulai meningkat, maka anda harusmulai memberikan air putih untuknya. Dalam memberikan air putih pada bayi, anda tidak perlu memberikan target. ASI tetap yang utama untuk bayi. Dikutip dari laman AIMI, Air putih tidak diperkenalkan di bawah umur 6 bulan karena di bawah usia 6 bulan bayi tidak butuh asupan cairan apapun selain ASI karena ASI sendiri sudah lebih dari 80% mengandung elemen air. Pemberian air putih di bawah 6 bulan juga akan memperberat kinerja ginjal bayi yang belum sempurna.

  1. Penggunaan Gula Garam

Penggunaan gula dan garam tidak dianjurkan untuk bayi dibawah satu tahun. Gula dan garam dapat memperberat kerja ginjal bayi yang belum berkembang secara optimal. Pada dasarnya WHO tidak melarang penggunaan garam untuk bayi dibawah satu tahun, hanya saja kadarnya sangat sedikit. Bayi memang membutuhkan gula garam. Dalam satu hari ia membutuhkan 1 gram garam, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari ASI, susu formula, sayur-sayuran dan buah-buahan. Jadi anda tidak perlu menambahkan gula dan garam sebelum sikecil berusia satu tahun.

  1. Tekstur MPASI

MPASI harus memiliki tekstur yang kental. Tekstur yang kental menjamin ketercukupan nutrisi pada makanan tersebut. Tekstur yang cair mengandung lebih banyak cairan ketimbang nutrisi lain, padahal kebutuhan cairan sikecil sudah cukup dipenuhi oleh ASI dan air putih. Selain itu, bayi dengan usia 6 bulan sudah memiliki kemampuan mencerna makanan dengan baik mski belum optimal. Organ-organ pencernaan sudah siap menerima makanan yang lebih padat dari ASI.

  1. Bayi memuntahkan MPASI pertama

Beberapa bayi menolak MPASI pertamanya dengan cara memuntahkan makanan tersebut. Sebenarnya hal itu merupakan refleks mengeluarkan makanan yang ada dalam mulut karena sebelumnya ia hanya mengenal ASI bayi memiliki refleks menolak sesuatu dalam mulutnya untuk mencegah tersedah. Refleks itu akan berkurang ketika ia berusia 6 bulan. Tetap coba berikan MPASI dengan porsi sedikit demi sedikit. Biarkan ia mengeksplorasi makanan dalam mulutnya agar ia paham bagaimana mengolah dan menelan makanan.

  1. MPASI instant

Ada beberapa kekeliruan pemahaman tentang MPASI instan yang berkembang dimasyarakat. Iklan MPASI instant menjanjikan kebutuhan nutrisi sikecil yang bisa dicukupi dengan MPASI instant. Padahal, awalnya MPASI instan diciptakan untuk memenuhi kebutuhan bayi di daerah-daerah krisis, kelaparan, kekeringan, daerah konflik atau daerah bencana. MPASI instant tidak dianjurkan untuk diberikan setiap waktu pada bayi yang memulai MPASI. Ada beberapa kekurangan yang bisa berdampak akibat MPASI instant, berikut resikonya;

  • MPASI instant tidak mengenalkan tekstur alami dari makanan, akibatnya bayi kehilangan satu kesempatan belajar. Mengenali tekstur makanan merupakan salah satu cara merangsang motorik halus bayi.
  • MPASI merupakan proses belajar. Awal mula pengenalan MPASI dikenalkan denga satu bahan pangan saja bertujuan untuk merangsang bayi merasakan setiap bahan makanan. Lidah bayi akan memahami rasa kacang, rasa nasi, rasa kentang, rasa sayur, rasa buah dll. Dengan MPASI instant, sangat sulit bagi bayi mengenali rasa makanan tertentu.
  • MPASI instant diformulasikan dengan berbagai jenis makanan, maka jika muncul alergi orang tua akan kesulitan melacak alergi terhadap makanan tertentu.
  • MPASI instant mengandung penguat rasa dan garam yang kuat, bila bayi terbiasa dengan makanan jenis ini ia akan menjadi picky eater atau suka memilih makanan (baca juga: mengatasi bayi yang picky eater).
  • Bayi yang terbiasa dengan MPASI instan akan merasa asing dengan makanan rumahan. Padahal pada usia satu tahun bayi harus bisa makan makanan rumahan.
  • MPASI instant yang disajikan dengan kurang baik akan mengakibatkan bayi diare, sakit perut dan gangguan pencernaan lain.

MPASI instant boleh digunakan dalam keadaan berikut:

  • Orang tua tidak memiliki akses ke bahan-bahan makanan yang segar, terutama bahan bahan makanan protein hewani. Itupun pemberiannya harus dikombinasikan dengan MPASI rumahan berbahan segar.
  • Bayi mengalami kasus kurang gizi bisa mendapatkan MPASI instant.

10.MPASI dan buah

Kebutuhan bayi dan orang dewasa berbeda. Orang dewasa membutuhkan banyak serat, tapi bayi membutuhkan sedikit serat, banyak lemak dan protein. Pasalnya, bayi membutuhkan banyak protein sebagai elemen utama untuk pertumbuhan. Selain itu, ia belum bisa mencerna dengan sempurna layaknya orang dewasa. Buah boleh diberikan untuk bayi dengan memperhatikan unsur seratnya. MPASI buah juga dianjurkan oleh WHO karena memiliki resiko alergi yang sangat rendah. Anda bisa menggunakan buah sebagai cemilan untuk sikecil.

  1. MPASI tepung

Penggunaan tepung untuk MPASI tidak dianjurkan. Hal ini terkait dengan tekstur tepung yang terlalu halus. Tekstur yang terlalu halus akan menghambat belajar sikecil. Secara bertahap sikecil harus makan makanan dengan tekstur yang kasar. Tepung boleh anda gunakan pada 1-2 minggu pengenalan MPASI, setelahnya naikkan tekstur lebih kasar. MPASI merupakan proses pengenalan rasa dan tekstur, jadi biarkan sikecil mengenali tektur aslina. MPASI tepung juga cenderung lebih banyak, satu sendok nasi dan satu sendok tepung beras hasilnya lebih banyak tepung beras. Sehingga kandungan nutrisi tepung tidak lebih banyak dari beras asli. Nah, jika kebanyakan makan tepung, bayi juga bisa sembelit. (ans-berbagai sumber)

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*