informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Teknik Pernafasan, Rahasia Sukses Melahirkan Normal

Teknik pernafasan dalam persalinan terbagi menjadi dua pernafasan dasar, yakni pernafasan lambat dan pernafasan ringan. Pernafasan sangat membantu ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan. Teknik pernafasan yang benar dapat membantu relaksasi, menjamin pasokan oksigen dan meringankan rasa sakit saat kontraksi terjadi.

Relaksasi Ibu Hamil/CC0/Tawny Nina
Relaksasi Ibu Hamil/CC0/Tawny Nina

Teknik pernafasan lambat dapat membuat ibu merasa nyaman jika dimulai pada awal persalinan dan sepenjang persalinan. Pernafasan ringan juga boleh digunakan. Anda boleh menggunakan teknik pernafasan secara variatif selama anda merasa nyaman. Beberapa wanita menggunakan teknik pernafasan ambat selama persalinan. Namun, adapula yang menggunakan teknik pernafasan ringan atau lambat saja.

Ada baiknya ibu hamil memvariasi teknik pernafasan yang digunakan, yakni lambat dan ringan. Hal yang paling penting adalah menguasai kedua pola dasar pernafasan sehingga membantu ibu hamil tetap rileks dan dapat mengalihkan perhatian ketika persalinan. Adaptasi setiap pernafasan sesuai dengan kebutuhan.

Sebelum persalinan, ada baiknya anda berlatih pernafasan agar saat persalinan tiba anda bisa lebih siap. Berikut ulasannya;

Pernafasan Lambat

Ketenangan Ibu Hamil Kunci Sukses Melahirkan Normal/CC0/Greyerbaby
Ketenangan Ibu Hamil Kunci Sukses Melahirkan Normal/CC0/Greyerbaby

Pernafasan lambat sebaiknya digunakan ketika ibu merasakan kontraksi yang sangat kuat. Setelahnya, kombinasikan degan pernafasan ringan agar ketegangan berkuran dan anda lebih rileks saat merasakan kontraksi. Berikut cara melakukan pernafasan lambat;

  1. Ketika kontraksi mulai terasa, ambil nafas sedalam-dalamnya. Hembuskan dengan kuat. Lepaskan semua ketegangan saat menghembuskan nafas. Kendorkan semua otot, mulai dari ujung kaki hingga kepala.
  2. Pusatkan perhatian. Konsentrasi pada hembusan nafas agar engalihkan perhatian dari rasa sakit saat kontraksi.
  3. Hirup nafas perlahan melalui hidung atau mulut jika hidung tersumbat. Hembuskan melalui mulut. Berhentilah sejenak. Lakukan pernafasan ini 6 – 10 kali dalam satu menit.
  4. Tarik nafas dengan cepat dan keluarkan dengan diiringi suara. Anda bisa bergumam saat mengeluarkan nafas, seperti gumam merasa lega.
  5. Jagalah bahu anda tetap dalam posisi kebwah dan rileks. Biarkan dada dan perut tetap relaks, sehingga keduanya menjadi mengembung waktu menarik nafas dan normal kembali saat anda mengeluarkan nafas.
  6. Jika kontraksi sudah berakhir, ambil nafas yang dalam dan rileks. Akhiri dengan desahan.
  7. Bersikaplah lebih santai. Biarkan tubuh rileks. Anda bisa ganti posisi atau minum.

Pernafasan lambat dapat berupa pernafasan dada maupun perut. Poin penting dalam ernafasan ini adalah dapat membuat anda merasa nyaman dan rileks. Praktekkan teknik ini sampai anda merasa nyaman.

Saat berlatih, beratihlah dengan berbagai posisi (duduk, berbaring, menyamping, berdiri, merangkak, dan bahkan didalam mobil). Saat mengeluarkan nafas pusatkan perhatian untuk merilekskan berbagai bagian tubuh  Anda sehingga Anda dapat merilekskan semua bagian tubuh yang tidak diperlukan untuk mempertahankan posisi Anda.

Berikut video teknik pernafasan lambat, anda bisa menonton dan berlatih berdasar video ini.

Pernafasan Lambat

Pernafasan lambat sebaiknya digunakan ketika ibu merasakan kontraksi yang sangat kuat. Setelahnya, kombinasikan degan pernafasan ringan agar ketegangan berkuran dan anda lebih rileks saat merasakan kontraksi. Berikut cara melakukan pernafasan lambat;

  1. Ketika kontraksi mulai terasa, ambil nafas sedalam-dalamnya. Hembuskan dengan kuat. Lepaskan semua ketegangan saat menghembuskan nafas. Kendorkan semua otot, mulai dari ujung kaki hingga kepala.
  2. Pusatkan perhatian. Konsentrasi pada hembusan nafas agar engalihkan perhatian dari rasa sakit saat kontraksi.
  3. Hirup nafas perlahan melalui hidung atau mulut jika hidung tersumbat. Hembuskan melalui mulut. Berhentilah sejenak. Lakukan pernafasan ini 6 – 10 kali dalam satu menit.
  4. Tarik nafas dengan cepat dan keluarkan dengan diiringi suara. Anda bisa bergumam saat mengeluarkan nafas, seperti gumam merasa lega.
  5. Jagalah bahu anda tetap dalam posisi kebwah dan rileks. Biarkan dada dan perut tetap relaks, sehingga keduanya menjadi mengembung waktu menarik nafas dan normal kembali saat anda mengeluarkan nafas.
  6. Jika kontraksi sudah berakhir, ambil nafas yang dalam dan rileks. Akhiri dengan desahan.
  7. Bersikaplah lebih santai. Biarkan tubuh rileks. Anda bisa ganti posisi atau minum.

Pernafasan lambat dapat berupa pernafasan dada maupun perut. Poin penting dalam ernafasan ini adalah dapat membuat anda merasa nyaman dan rileks. Praktekkan teknik ini sampai anda merasa nyaman.

Saat berlatih, beratihlah dengan berbagai posisi (duduk, berbaring, menyamping, berdiri, merangkak, dan bahkan didalam mobil). Saat mengeluarkan nafas pusatkan perhatian untuk merilekskan berbagai bagian tubuh  Anda sehingga Anda dapat merilekskan semua bagian tubuh yang tidak diperlukan untuk mempertahankan posisi Anda.

Pernafasan Ringan

latihan teknik pernafasan ibu hamil
latihan teknik pernafasan ibu hamil

Pernafasan ringan bermanfaat saat anda tidak dapat rileks selama kontraksi berlangsung. Kontraksi yang terjadi menimbulkan rasa sakit yang teramat sampai anda melakukan pernafasan lambat masih terasa sakit. Secara naluriah, dalam kondisi ini anda akan mempercepat pernafasan.

Beberapa wanita merasa perlu memvariasi ke pernafasan ringan pada saat kontraksi semakin cepat dan kuat. Fokuslah agar tahu kapan anda perlu menggunakan pernafasan ringan. Berikut caranya:

  • Tarik dan keluarkan pernafasan dengan cepat dan ringan melalui mulut, kira-kira satu raikan nafas setiap satu atau dua detik. Jagalah pernafasan tetap pendek dan ringan.
  • Tarik nafas dengan ringan dan tenang. Keluarkan dengan bersuara seperti “oooh” atau “emmmm”.

Pola ini tidaklah mudah dikuasai, tetaplah bersabar dan luangkan waktu utuk mempelajarinya. Mulailah belajar pernafasan ringan dengan fokus pada kecepatan antara satu tarikan nafas perdetik dan satu tiap dua detik. Cobalah bernafas dengan berbagai kecepatan. Kenali kecepatan yang membuat anda merasa nyaman. Cara menghitung kecepatannya dengan bernafas selama 10 detik. Dalam hitungan antara 5-10 membuat anda merasa yaman, berarti hitungan tersebut yang paling cocok untuk anda. Cobalah bernafas dengan kecepatan selama 30 detik – 2 menit. Coalah sampai mampu melakukan pernafasan ringan dengan mudah, nyaman dan konsisten selama 1-2 menit.

Selama persalinan, rahim membutuhkan lebih banyak oksigen. Maka, biasanya pernafasan ringan akan terjaid secara alami karena anda bernafas lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Kebutuhan meningkal dua kali lipat karena kontraksi yang semakin kuat dan sering juga membutuhkan lebih banyak oksigen.

Pernafasan ringan yang dilakukan melalui mulut terbuka akan membuat mulut kering, jadi cobalah beberapa tips berikut;

  • Ketika menarik nafas, pastikan lidah menyentuh langit-langit belakang gigi. Cara ini dapat membuat udara basah saat anda menarik nafas.
  • Tutup hidung dan mulut anda dengan jari meregang agar tangan anda merefleksikan cairan dari udara pernafasan anda.
  • Perbanyak cairan diantara kontraksi.
  • Anda jga boleh berkumur atau sikat gigi.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


2 Comments on Teknik Pernafasan, Rahasia Sukses Melahirkan Normal

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*