informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Tips Diet yang Aman untuk Ibu Menyusui

Mengandung merupakan peristiwa yang menciptakan banyak perubahan bagi ibu. Baik psikis maupun mental. Pada masa ini secara fisik ibu mengalami banyak perubahan, dari payudara yang semakin membengkak, perut mulai buncit sampai badan yang mulai gemuk. Banyak ibu-ibu yang khawatir bentuk tubuhnya tidak bisa kembali pasca melahirkan. Sebenarnya ibu menyusui boleh diet dengan beberapa catatan. Ibu harus menjalani diet yang aman agar tidak menggangu kebutuhan asupan si kecil.

Pada dasarnya, menyusui merupakan diet yang paling alami karena menyusui dapat mengurangi beberapa zat dalam tubuh ibu untuk diproduksi menjadi ASI. Sayangnya, beberaa ibu menyusui justru mengeluh ketika menyusui berat badannya semakin melar. Bila sudah demikian, ibu menyusui bisa melakukan diet yang aman. Diet yang aman bagi ibu menyusui kuncinya terletak pada pemenuhan gizi si kecil. Berikut beberapa tips diet yang aman untuk ibu menyusui:

  1. Tunggu saat yang tepat

Kapan saat yang tepat untuk memulai diet yang aman untuk ibu menyusui? Tunggu sampai setidaknya bayi berumur 6 bulan. Pada usia 6 bulan, bayi hanya menerima ASI sebagai asupan makanan. Ibu harus menjaga gizi dan nutrisi ibu agar kebutuhan sikecil dapat terpenuhi. Diet yang dilakukan pada saat bayi menyusu ekslusif dikhawatirkan akan mengganggu asupan nutrisi sikecil. Selain itu, pasca melahikan ibu membutuhkan banyak kalori untuk pemulihan. Kekurangan kalori pasca melahirkan dapat mengganggu kondisi tubuh ibu. Ibu bisa merasa kurang fit, terlebih jam tidur ibu berubah karena harus begadang menyesuaikan jam tidur sikecil.

  1. Menyusuilah sesering mungkin

Seperti yang telah dibahas diatas, menyusui merupakan metode diet yang paling alami. ASI diproduksi dari asupan makanan yang masuk kedalam tubuh ibu. Tapi jika asupan yang dibutuhkan si buah hati kurang, ASI akan mengambil cadangan makanan yang ada dalam tubuh ibu. Maka menyusui sesring mungkin dapat mengurangi berat badan ibu. Selain itu, menyusui sesering mungkin dapat mengaja stabilitas produksi ASI. ASI memiliki sistem produksi on demand, yakni produksi akan dilakukan sesuai dengan permintaan. Semakin banyak permintaan ASI, semakin banyak pula produksinya.

  1. Makan minimal sebanyak 1500 – 1800 kalori per hari.

Dalam sehari ibu menyusui membutuhkan kalori sebanyak 1500-1800 per hari. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan ibu dan bayi. Kekurangan kalori dapat berakibat buruk bagi ibu dan bayi. Kualitas ASI akan kurang karena kekurangan vitamin A, D, B6 dan B12 dan berakibat bayi malnutrisi. Bila bayi anda sudah berusia lebih dari 6 bulan, anda bisa memulai diet yang aman dengan mengurangi jumlah kalori sedikit demi sedikit. Bila anda bingung dengan jumlah takaran kalori yang adan butuhkan, anda boleh abai dengan kuantitasnya. Kuncinya konsumsi makanan yang mengandung nutrisi tinggi dengan pedoman gizi seimbang (baca juga: panduan gizi seimbang).

  1. Hindari diet instan.

Beberapa metode diet seperti penggunaan obat diet dan akupuntur dapat menurunkan berat badan dengan cepat. Sayangnya, metode tersebut bukan metode diet yang aman untuk ibu menyusui. Ada pendapat yang menyatakan penggunaan teh herbal untuk diet bersifat aman, tapi kandungan kafein dalam teh dapat mengakibatkan bayi rewel.

Pastikan bahwa dalam satu minggu berat badan anda berkurang tidak lebih dari 450 gram. Penurunan berat badan secara drastis dapat mengganggu produksi ASI dan mempengaruhi kesehatan bayi.

  1. Makan sedikit tapi sering

Bila pola makan anda 3 kali sehari, anda bisa mulai merubahnya dengan pola makan sedikit tapi sering. Anda bisa menambahkan camilan yang sehat sperti buah dan yogurt yang rendah lemak.

  1. Olahraga

Olahraga merupakan metode diet yang paling tua. Cara ini cukup efektif untuk membakar lemak tubuh. Sebagai ibu rumah tangga yang mengurus bayi, aktivitas sehari-hari bisa dibilang sebagai olahraga. Bila anda ingin mencoba olahraga lain seperti jogging, renang, senam atau yoga, sebaiknya tunggu hingga sikecil berusia 3bulan. (ans-berbagai sumber)

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*