informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

10 Tips Menyusui Saat Puasa Ramadhan

panduan menyusui bayi baru lahir

Puasa ramadhan merupakan ibadah wajib bagi setiap umat Islam yang telah baligh. Tidak terkecuali bagi ibu hamil dan menyusui. Tetapi, Islam selalu memberikan kemudahan bagi umatnya dalam menjalankan ibadah. Ketika seorag muslim berada dalam perjalanan jauh, ia boleh meng-qodho’ dan meng-qashar sholatnya. Wanita hamil dan menyusuipun mendapatkan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasanya. Bagi ibu hamil dan menyusui, boleh tetap berpuasa boleh tidak. Jika tidak berpuasa, maka bisa menggantinya dilain hari atau membayar fidyah.

Baca juga:

Tata Cara Membayar Fidyah Bagi Ibu Menyusui

Menyusui saat Puasa/id.theasianparent.com/
Menyusui saat Puasa/id.theasianparent.com/

Hukum puasa ramadhan bagi ibu hamil dan menyusui

Ketika wanita hamil dan menyusui tidak berpuasa, maka hukum berpuasanya dikembalikan pada niat sang ibu. Berikut hukum berpuasa bagi ibu hamil dan menyusui;

  1. Seperti orang sakit

Bila ibu hamil dan menyusui saat berpuasa khawatir akan dirinya sendiri, maka hukumnya ia dianggap seperti orang sakit. Dalam menjalankan ibadah puasapun hukumnya sama dengan orang sakit, yakni menggantinya dilain hari. Berikut firman Allah SWT;

وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

 “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Q.S. Al-Baqarah: 185).

  1. Seperti orang tua

Bila ibu mengkhawatirkan keadaan bayi, terkait dengan produksi ASI dan kebutuhan nutrisi sikecil maka hukumnya seperti orang tua. Ibu bisa membayar fidyah untuk menggantikan puasa ramadhan.

10 Tips Menyusui Saat Puasa

Bila ibu hamil dan menyusui ingin tetap menyusui saat berpuasa, maka ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Berikut tips menyusui dibulan ramadhan;

1. Tetap makan 3-4 kali sehabis berbuka

Puasa ramadhan merupakan perubahan jadwal makan, bila biasanya kita makan siang hari, maka saat puasa hanya makan sehabis maghrib dan sebelum shubuh. Dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan, ibu hanya perlu menyesuaian jadwal makan. Memang pada awalnya akan terasa berat, namun pada hari-hari berikutnya lambung akan terbiasa dengan jadwal makan baru. Bila tidak puasa ibu makan 3-4 kali sehari, maka saat puasa ramadhan ibu juga harus menjaga stamina dengan pola makan yang sama.

Selain kuantitas makan sama, ibu juga harus lebih memperhatikan kualitas gizi selama puasa ramadhan. Hal ini dilakukan agar saat puasa ramadhan kebutuhan sikecil bisa terpenuhi. Berdasarkan panduan gizi seimbang (baca juga: panduang gizi seimbang), anda membutuhkan 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak.

Dikutip dari laman AIMI, ibu menyusui membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang.

2. Konsumsi karbohidrat kompleks

Karbohidrat kompleks merupakan sumber energi yang dapat membantu ibu menyusui agar tetap kuat berpuasa. Karbohidrat kompleks dilepas oleh tubuh lebih lama sehinga dapat menjadi energi cadangan disiang hari. Karbohidrat kompleks banyak terkandung dalam beras merah.

3. Konsumsi sayur dan buah lebih banyak

Konsumsi sayuran dan buah-buahan dapat menjadi suplay nutrisi yang dibutuhkan sikecil. Adan dapat mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran ketika berbuka. Hindari makanan yang kurang bergizi seperti mie instan. Mie instan hanya mengandung kalori yang membuat kenyang tapi tidak bergizi.

4. Konsumsi protein lebih banyak saat sahur

Protein merupakan sumber energi. Mengkonsumsi banyak protein saat sayur dapat menjadi suplay energi disiang hari sehingga ibu tidak lemas dan bayi tetap mendapat ASI yang berkualitas.

5. Konsumsi vitamin dan mineral

Anda bisa mengkonsumsi vitamin dan mineral untuk menjaga kualitas ASI. Sebaiknya konsultasikan dengan bidan/dokter vitamin yang boleh dikonsumsi ibu menyusui.

artikel terkait;

Menu Sehat Ibu Hamil dan Menyusui saat Puasa

Daftar Kebutuhan Gizi Ibu Hamil  dan Menyusui saat Puasa Ramadhan

Rahasia Kecantikan Ibu Hamil dan Menyusui Saat Berpuasa

6. Konsumsi banyak cairan

Tubuh manusia didomonasi oleh cairan, maka konsumsi cairan sebanyak dua liter (8-10 gelas). Tidak hanya air putih, anda bisa mengkonsumsi cairan berupa susu, teh, jus atau kuah sayuran.

Hindari konsumsi teh dan kopi saat sahur. Teh dan kopi dapat mengakibatkan ibu sering buang air kecil yang mengakibatkan kekurangan cairan. 

7. Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup dapat membantu anda untuk tidak terlalu menguras energi. Hormon oksitoksin akan memproduksi ASI saat ibu istirahat. Produksi ASIpun dapat lancar.

8. Menyusui sesering mungkin

ASI diproduksi berdasarkan demand and suplay, artinya diproduksi berdasarkan permintaan. Semakin sering diperah/disusukan maka semakin banyak ASI yang diproduksi.

9. Perah ASI

Jika diperlukan, anda bisa memerah ASI ketika malam hari dan memberikannya disiang hari (baca juga: cara memerah ASI dengan tangan). Sehingga proses menyusui ketika siang hari dapat sedikit terbantu dengan ASIP. Tapi perlu diingat, jangan membatasi menyusui bayi karena semakin sering menyusui produksi ASI semakin meningkat. Gunakan ASIP hanya sebagai cadangan saja (baca juga: manajemen ASIP).

10. Banyak Berdoa

Doa sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang janin maupun bayi. Dengan doa mereka mendapat energi positif dan dapat merasa tenang. Perbanyak doa ketika bulan ramadan juga mendatangkan banyak pahala dan mendekatkan malaikan disekitar kita. Jadi terus bedoa ya mam. Baca juga kumpulan doa untuk bayi dan anak-anak.

Bagaimana Menyusui Bayi ASIX  saat puasa?

Bila bayi anda masih ASIX atau belum mendapat MPASI, ada baiknya anda menunda puasa ramadhan anda. Menyusui di enam bulan pertama merupakan masa menyusui yang penting karena merupakan fase pemantapan. Bayi masih dalam proses belajar menyusui yang benar dan membutuhkan asupan gizi dan nutrisi dari ibu. Selain itu, ibu masih membutuhkan waktu untuk masa pemulihan setelah berjuang melahirkan sikecil. Bayi dibawah 6 bulan juga seringkali mengalami percepatan pertumbuhan (growth spurts), kondisi dimana bayi menyusu lebih sering dari biasanya. Kadangkala ibu sampai kewalahan menghadapi fase GS ini.

Anjuran;

Hentikan puasa ramadhan jika terjadi hal-hal berikut

  • Air seni ibu atau bayi berwarna pekat (kuning/cokelat) disertai bau yang tajam.
  • Bayi BAK kurang dari 6 kali dalam sehari.
  • Mulut bayi nampak kering, terlihat lemas dan kulit tidak lentur.
  • Bayi tidak seperti biasanya, lebih rewel dan gelisah.
  • Ibu merasa pusing dan berkunang-kunang, terlebih jika pusing tidak hilang setelah ibu beristirahat.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*