X
    Categories: Permainan

3 Stimulasi Permainan Anak Usia 12 – 15 Bulan

 

 

1. PERMAINAN MENDORONG

Hasil Riset Otak : jika neuron – neuron otak yang terkait dengan penglihatan dan motorik tidak dilatih sejak dini, saat dewasa nanti neuron – neuron akan menjadi kurang fleksibel ketika dihubungkan dengan berbai pengalaman.
• Anak batita senang mendorong benda. Mereka senang bisa membuat benda bergerak dan senang melihatnya
• Permainan mendorong membuat si keci merasa kuat dan mempunyai kontrol. Ini adalah cara yang menakjubkan untuk mengembangkkan rasa percaya diri dan koordinasi pada anak.
• Ambil beberapa benda yang dapaat didorong oleh si kecil. Pilih benda yang sangat ringan seperti bonekabinatang, mainan kecil, atau mainan khusus untuk didorong.
• Ucapkan “satu, dua, tiga, dorong!” lalu dorong salah satu mainan tersebut.
• Ulangi hitungan dan semangati si kecil untuk mendorong mainannya.
• Saat ia menfulang-ulang kata di atas terus menerus sepanjang hari, kita akan tau betapa ia menyukai permainan ini.

2. LIMPAHAN KASIH, KELEMBUTAN DAN PERHATIAN
Hasil Riset Otak :
Menurut Dr. Bruce Perry, psikiater di College of medicene, anak yang tidak cukup mendapat perhatian, kelembutan dan kasih sayang dimasa kecilnya maka jaringan dalam otaknya akan kurang memadai untuk menciptakan hubungan dekat dengan orang lain.
• Permainan ini mengembangkan kemampuan menyayangi.
• Duduklah di lantai bersama si kecil dan letakkan dua atau tiga boneka kesukaannya disekitar kita.
• Ambil dan peluklah salah satunya. Ucapkan kata-kata “bermain denganmu sungguh menyenangkan, aku suka bulu coklatmu, aku suka memelukmu”
• Sekarang lakukan hal yang sama pada si buah hati.
• Berikan satubonneka binatang padanya dan minta ia memeluk dan menciumnya.

3. BERLATIH BAHASA PARENTESE
Hasil Riset Otak :
Karena anak – anak memperhatikan lagu dalam nada tinggi, bahasa dengan nada naik turun yang disebut “parentese”, mereka akan belajar tentang pentingnya kata-kata.
• Berbicara dengan nada “parentese” berarti berbicara dan bernyanyi pada si kecil dengan suara bernada tinggi dan dengan tekanan yang dilebih-lebihkan seperti yang biasa dilakukan oleh orang tua saat berbicara dengan bayi.
• Nyanyikan lagu kesayangan seperti “bintang kecil”, topi saya bundar, menanam jagung atau bekerja dalam bahasa parentese
• Didekat si kecil, bernyanyilah dengan dua cara: pertama dengan cara yang biasa dan kedua dengan nada parentese.
• Dia akan lebih memperhatikan saat kita menyanyi dengan nada parentese.