Info Pendidikan Indonesia>

8 Manfaat Dongeng untuk Perkembangan Anak



manfaat dongeng untuk anak

Dongeng merupakan cara yang sangat tua dalam mendidik anak menjadi anak yang berkarakter dan cerdas. Manfaat dongeng bagi anak tidak hanya menumbuhkembangkan imajenasi tapi juga banyak manfaat lain yang dapat diambil. Anak-anak sangat menyukai permainan, sayangnya tidak semua permainan mampu mendorong anak untuk lebih imajenatif, maka orang tua bisa memberikan dongeng untuk menutupi kekurangan permainan lain.

Dari banyak penelitian sudah membuktikan bahwa mendongeng pada anak memang banyak sekali manfaatnya. Ibarat sebuah gelombang radio, jika vercerita pada anak berarti orang tua sedang mengirim sinyal pada buah hatinya. Jika dilakukan dengan ketulusan hati, transmisinya akan menjadi semakin kuat. Anak akan dapat merasakan meski belum memahami sepenuhnya.

Dongeng dapat mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan ketahanan mental anak.Berikut beberapa manfaat dongeng yang dapat berpengaruh pada tumbuh kembang anak;

  1. Mengaktifkan simpul saraf

Banyak penelitian membuktikan, cerita-cerita yang didengar anak sejak bayi dapat mengaktifkan simpul saraf diotaknya (myelin). Cara kerjanya sedehana saja seperti senam otak, semakin banyak informasi yang didapat anak otaknya akan semakin aktif. Ini berimbas pada perkembangan IQ-nya.

  1. Merangsang indra

Dongeng yang disampaikan dapat merangsang indra bayi, terutama indra pendengaran dan penglihatan. Banyak pakar sependapat bahwa 5 tahun pertama anak merupakan tahun emas atau masa sedang giatnya anak menyerap berbagai hal yang dilihat dan didengar. Jadi, meskipun belum mampu memberikan respon yang berartisemua cerita yang disampaikan orang tua akan ditangkap oleh indra pendengaran dan penglihatannya kemudian direkam dan disimpan didalam memorinya.

  1. Perkembangan lebih cepat

Banyak informasi yang didapat oleh bayi dapat mengoptimalkan pertumbuhannya. Jadi janganlah heran jika bayi yang lebih sering mendengar cerita nantinya akan lebih cepat tengkurap, merangkak dan sebagainya. Itu semua berkat otaknya berkembang lebih optimal karena rangsanga yang diterima.

Perkembangan ini tidak hanya berhenti sampai usia bayi saja. Setelah anak tumbuh besarpun banyak manfaat yang masih terasa apabila dongeng sering diperdengarkan pada bayi. Paling tidak karena perkembangan otaknya optimal, stimulus apapun yang diajarkan padanya ditangkap lebih cepat.

  1. Lebih peka

Selain perkembangan kemampuan fisik dan intelektual, bayi-bayi yang sering mendengarkan orang tuanya bercerita akan menjadi anak yang lebih peka. Seiring dengan bertambahnya usianya, kepekaan ini akan mendukung sederet sikap positif lainnya seperti rasa ingin tahu, percaya diri, sikap kritis, kemauan eksploratif dan sebagainya. Dengan kata lain, kecerdasan emosional, spiritial dan ketahanan mentalnya kian terasah. Memang manfaat positifnya tidak langsung terasa ketika anak masih bayi karena sifatnya yang sebenarnya akan tampak ketika ia dewasa.

  1. Dongeng dapat mengembangkan moralitas anak tanpa merasa digurui, sebab dengan dongeng keteladanan dituturkan tanpa paksaan.
  2. Memenuhi kebutuhan imajenasi anak.

Dunia anak adalah dunia kebebasan berimajenasi. Apa yang dilihat dan didengar akan direkam dalam fikirannya sekaligus akan ditiru dalam tindakan dan tutur katanya.

  1. Dongeng dapat menumbuhkan kreatifitas

Apa yang didapat anak dari dongeng akan mengilhami mereka dalam berkarya.

  1. Dongeng dapat membangun komunikasi dua arah

Selain membangun komunikasi dua arah, dongeng juga dapat mendekatkan hubungan psikologis antara anak dan orang tua.

 



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*