informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Bagaimana Memilih Gendongan Bayi yang Aman?

gendongan bayi
gendongan bayi - foto : www.bayi.info

Menggendong bayi merupakan aktivitas rutin dalam mengasuh bayi. Meski terbilang menggendong bayi sudah terlihat sangat biasa, namun mengendong bayi tak bisa dibilang sepele. Menggendong bayi dengan cara yang kurang tepat dapat merasa lebih cepat lelah dibandingkan dengan caraa mengendong bayi yang benar. Memilih gendongan bayi yang tepat dapat membantu dan bermanfaat saat tak ada asisten rumah tangga yang membantu. Nah, bagaimana memilih gendongan yang aman dan nyaman?

Pada bulan Maret 2010, ditemukan kasus kematian karena gendongan yang salah di Amerika Serikat. Komisi Keamanan Produk Konsumen (CPSC), terus menyelidiki kematian 11 bayi yang berkaitan dengan gendongn bayi. Mereka juga telah mengeluarkan peringatan keselamatan umum tentang penggunaan gendongan untuk bayi yang berusia di bawah empat bulan. Peringatan ini sangat penting diperhatikan ibu-ibu muda dalaam mengasuh anak-anaknya. Orang tua prlu mengetahui car mengenakan selempang atau gendongan bayi dengan tepat. Poin utama yang perlu diperhatikan dalam menggendong bayi adalah muka bayi tidak boleh tertutup kain karena dapat mengakibatkan sesak nafas.

Menurut ahli produk bayi, Lizzy Ruffles, ”Kasus tragis yang dilaporkan di Amerika Serikat menunjukkan betapa pentingnya bagi orangtua untuk berhati-hati ketika menggunakan selendang bayi. Anda harus selalu mengikuti instruksi dengan saksama untuk memastikan apakah penggunaannya sudah benar dan aman atau justru perlu diperbaiki.”

Berikut beberapa aturan menggendong bayi yang harus diperhatikan;

1. Bayi yang digendong sebisa mungkin melekat dengan orang tua. Posisi ini membantu orang tua unttuk menjaga bayi lebih aman, selain itu sisi positif lainnya bisa meningkatkan bonding/kedekatan orang tua dan bayi. Sebisa mungkin wajah bayi harus terlihat dengan sekali lirikan orang tuanya, hal ini untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang mungkin terjadi.

2. Dekatkan posisi bayi dengan dagu. Anda dapat melihat indikasi kedekatan dengan cara sedikit membukuk. Bila anda masih dapat mencium bayi anda, artinya kedekatan anda dan bayi bisa dikatakan cukup. Tapi ada yang harus anda ingat, anda harus memberi jarak antara dagu bayi dan dada andda agar bayi tidak kesulitan bernafas. Hadapkan perut dan dada bayi pada anda agar ia merasa nyaman dalam gendongan.

3. Bayi dengan usia yang semakin besar seringkali butuh interaksi dengan orang lain, termasuk ketika dalam gendongan. Anda dapat menggunakan gendongan selendang, hadapkan wajahnya pada lingkungan sekitaar agar ia bisa belajar dari lingkungannya. Anda juga dapat menggunakan gendongan ransel. Tapi yang harus anda ingat, gendongan seperti ini tidak boleh terlalu lama digunakan karena dapat berpengaruh terhadap kaki dan tulang belakang bayi yang sedang tumbuh.

4. Anda boleh meletakkan posisi bayi menghadap kedepan ketika ia dapat mengangkat kepala dan bahunya sendiri.

5. Pilih gendongan dengan tali tebal agar bisa menopang berat bayi sehingga posisinya merata di seluruh punggung Anda. Selain itu, gendongan bayi yang menggantung dari bahu Anda bisa sangat tidak nyaman ketika dipakai untuk waktu yang lama.

6. Hal lain yang harus diperhatikan, gendongan harus mampu memegang bayi lebih dekat terhadap tubuh Anda dengan dukungan yang tepat sepanjang tulang belakang. Terutama, untuk bayi yang baru lahir. Atau, gendongan dapat digunakan dalam posisi duduk untuk bayi yang baru lahir sehingga mereka dapat berbaring di gendongan.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*