informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Cara Membayar Fidyah Ibu Hamil dan Menyusui

membayar fidyah
membayar fidyah

Pastinya banyak ibu hamil dan menyusui yang mendadak resah ketika bulan ramadhan tiba. Ibu hamil dan menyusui wajib puasa tidak ya? Sebaiknya ibu menyusui tetap puasa dan menyusui atau malah menyapih bayinya ya? Banyak pertanyaan yang muncul. Memang puasa terkait dengan menahan haus dan lapar sedang janin atau bayi kita dalam tahap tumbuh yang membutuhkan banyak asupan makanan yang kaya nutrisi. Ibu hamil atau menyusui bisa saja tidak menjalankan ibadah puasa dengan membayar fidyah.

Menyusui saat Puasa/id.theasianparent.com/
Menyusui saat Puasa/id.theasianparent.com/

Tips Agar ASI Tetap Berkualitas Meski Puasa saat Menyusui

Tips Menjaga ASI Tetap Lancar Meski Puasa Ramadhan

Tips Menjalankan Ibadah Puasa Saat Hamil

Hukum Puasa Ibu Hamil dan Menyusui

Hukum Islam memberi kemudahan kepada ibu hamil dan menyusui dalam menjalankan ibadah puasa. Berdasarkan niat, hukum puasa bagi ibu hamil dan menyusui dibagi menjadi dua, yakni;

  1. Seperti Orang Sakit

Huukum puasa bagi orang yang sakit adalah boleh tidak berpuasa dan bisa menggantikan puasa ramadhan dihari yang lain. Demikian pula dengan wanita hamil atau menyusui, jika ibu khawatir dengan keadaan tubuhnya, takut lemas, tidak kuat atau lapar, maka ibu hamil dihukumi seperti orang sakit. Ibu hamil bisa membatalkan puasa dan menggantinya dilain waktu. Seperti dalam firman Alla SWT berikut ini;

 وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Q.S. Al-Baqarah: 185).

  1. Seperti orang tua

Berbeda lagi jika ibu hamil memiliki niat khawatir dengan keadaan bayinya. Jika ibu khawatir bayi bisa kekurangan nutrisi, gizi, bisa rewel karena lapar, maka puasa bagi ibu hamil atau menyusui dihukumi seperti orang tua. Orang tua yang sudah tidak mampu lagi berpuasa karena kondisi fisiknya boleh tidak berpuasa dengan syarat membayar fidyah.

Ibu hamil dan menyusui yang tidak berpuasa karena niatan ini boleh membayar fidyah tanpa harus menggantinya dilain hari.

Cara membayar fidyah ibu hamil dan menyusui

Fidyah merupakan membayar sejumlah uang terhadap fakir miskin untuk menggantikan puasa wajib dalam bulan ramadhan yang tidak dapat dijalani karena hal-hal tertentu.

Nominal fidyah

Nominal fidyah sesuai dengan apa yang kita makan dalam sehari. Kita asumsikan anda makan dalam sehari sehari tiga kali dengan biaya makan sekitar Rp. 10.000, maka nominal fidyah anda juga sejumlah tersebut.

Kapan Harus Mebayar Fidyah

Fidyah dibayar maksimal sehari sebelum puasa yang difidyahi dilaksanakan. Misalnya jika besok adalah hari puasa yang harus difidyahi, maka hari ini adalah hari pembayaran fidyah. Cara pembayaran fidyah boleh dilaksanakan sehari sebelum puasa dilaksanakan, atau dibayar langsung untuk beberapa hari tertentu, misalnya satu atau dua minggu sekaligus.

Tata Cara Membayar Fidyah

  • Fidyah boleh diserahkan langsung kepada fakir miskin yang memang membutuhkan.
  • Fidyah boleh dititipkan kepada ulama atau pengurus masjid yang memang berkaitan dengan pembayaran fidyah.

Ketika membayar fidyah, harus ada ucapan serah terima atau ijab kabul. Misalnya, anda membayar fidyah kepada fakir miskin, anda bisa mengucapkan ; “saya serahkan kepada anda, uang sebesar Rp. 10.000 guna membayar fidyah saya untuk puasa esok hari”.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*