informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Friends; Somebody Who Share Your Happiness and Burden!

persahatan masa kecil
persahatan masa kecil

 

Friends; Somebody who share your happiness and burden! Tulisan terakhir di diary Julia. Tertanggal 1 Januari 2006, awal tahun, gerimis pagi-pagi. Julia memang punya banyak teman. Di asrama ini dia bahkan punya klub jet zet, tapi jangan salah sangka, jet zet di sini bukan kehidupan glamour  orang-orang high class, melainkan akronim nama-nama anggota klub : Julia, Ermi, Tita, Zannah, Ellis, dan Teten. Menurut tulisan-tulisan di diary Julia, mereka sangat kompak dan bisa memahami satu sama lain. Hal yang biasa, namun dalam realitas teknisnya hal yang biasa ini sering menjadi hal yang luar biasa. Teman curhat. Remaja 13 tahunan memang perlu tempat untuk mencurahkan isi hati tentang pemuda impian mereka, tentang zodiac, tentang pr matematika, atau tentang gossip-gosip yang berserakan di media.

Julia sudah dimakamkan seminggu yang lalu. Ia terkena serangan demam berdarah. Informasi tentang kondisi Julia terlambat diterima sehingga terlambat pula rumah sakit menolongnya. Kandungan eritrosit dalam darahnya turun drastis dalam dua hari. Akhirnya, ya, semua orang harus merelakan Julia kembali ke haribaan-Nya.

“ Kami sangat bersedih, Bu!” ungkap salah seorang murid yang menguntitku ke kamar Julia. Ternyata Ermi, salah seorang teman club Julia, dan secara tiba-tiba teman-temannya yang lain menyusul juga. Mereka memang sangat akrab dengan Julia. Aku mengerti betul jika mereka merasa sangat kehilangan.

“ Bu Laura baru pulang dari Bali kan? Bagaimana mamanya?” tanya Tita

“ Ibu mewakili keluarga Julia mengucapkan terima kasih karena selama ini kalian telah menjadi teman baik Julia, dan mereka minta maaf seandainya Julia punya kesalahan pada kalian. Orang tuanya mengharapkan kalian masih bersedia menghabiskan liburan di sana.”  Ungkapku menyampaikan.

“ Oh, ya…barang-barang Julia akan dihibahkan ke rumah yatim piatu.” Kataku, “ kecuali barang pribadi seperti ini.” Lanjutku menunjukkan diary yang kupegang. Entah mengapa mendadak mereka tampak gugup.

“ Ada sesuatu?” aku bertanya. Mereka menggeleng dan tanpa kusuruh mereka membantu memberesi barang-barang Julia. Memasukkan pakaian-pakaian, buku-buku, dan barang-barang lain ke dalam kardus-kardus yang telah kusiapkan. Mereka memang anak-anak yang baik.

Friends, somebody who share your happiness and burden!” gumamku di tengah kesibukan kami mengepak barang-barang.

“ Apa, Bu?” tanya Teten yang menangkap gumamanku.

“ Friends, somebody who share your happiness and burden.” ulangku lebih jelas dan perlahan.

“ Julia menulisnya tanggal 1 Januari kemarin. “ kataku. Mereka berhenti mengemasi barang dan saling berpandangan, lalu menatapku.

“ Itu catatan terakhir Julia, Ibu rasa kalimat itu untuk kalian.” lanjutku.

“ Bu Laura beranggapan seperti itu?” Tita bertanya.

“ Tentu, seorang anak dalam masa puber seperti kalian, lebih cenderung berbagi kisah dengan teman sebaya daripada dengan guru, kakak, atau orang tuanya. Jadi tidak aneh kalau kalimat itu untuk kalian.”

Mereka terdiam mendengar penjelasanku.Aku menangkap kesan yang aneh. Mereka gugup. Itu berarti mereka menyembunyikan sesuatu.

“Apa Julia tidak pernah curhat pada kalian? Tapi … dalam buku ini dia banyak menulis tentang kalian. Ibu belum membaca seluruhnya, baru lembar-lembar awal dan yang terakhir. Maaf, Mama Julia memberikan kepercayaan pada Ibu untuk bertanggung jawab terhadap barang-barang pribadi Julia, maaf kalau ada rahasia kalian yang Ibu ketahui dari buku ini. Tapi jangan khawatir, seandainya ada rahasia, rahasia kalian aman. Ibu rasa persahabatan kalian selama ini sudah cukup menjadi bukti. ‘Friends’ apa Julia tidak boleh mengucapkan kata itu untuk kalian?”tanyaku akhirnya.

Sekarang mereka menunduk. Tita menangis. Aku tahu mereka terpukul dengan kepergian Julia. Ya, siapa yang tidak terpukul. Mama Julia shock sehingga harus dirawat di RS. Aku sendiri harus tetap tegar agar semua hal tetap terkendali.

“ Bu,…” Tita memanggilku. Dia memandang teman-temannya yang masih terpaku, lalu tampak memberanikan diri bicara padaku.

“ Kami min-min-minta maaf!”

“ Kenapa harus minta maaf ?”

Tita melihat lagi pada teman-temannya baru menjawab pertanyaanku.

“ Kalau saja kami segera melapor tentu Julia masih bisa diselamatkan.” Tita merasa bersalah.

“ Sudahlah, Nak! Ini bukan kesalahan kalian. Semua ini sudah menjadi kehendak Tuhan. Sudahlah, lebih baik kalian istirahat. Biar Pak Memed yang membantu Ibu membereskan semua ini.”

Mereka berjalan cepat-cepat meninggalkan bekas kamar Julia, seakan-akan khawatir aku berubah pikiran dan memanggil mereka kembali.

Bekas kamar Julia sudah bersih. Tapi kurasa, untuk dihuni murid lain, itu akan butuh waktu beberapa lama. Kematian, hal manusiawi yang kadang masih dianggap mengerikan. Aku kembali ke ruang guru. Menyandarkan punggungku yang pegel-pegel pada kursi yang sama sekali tidak empuk. Lembar demi lembar diary Julia aku baca. Awalnya semua catatan menunjukkan bahwa segala hal  baik-baik saja, lalu sampai pada bulan Desember.

Suatu malam di bulan Desember

        Bulan tidak bersinar, langit jadi kelabu.

Akhirnya Juli harus putusin bahwa Juli ga boleh jatuh cinta ma Pendi. Tita mencintai Pendi. Jet zet ga boleh bubar hanya karena rebutan cowok. Cowok di dunia ini ga cuma Pendi. Maka Juli putusin, Juli ga akan jatuh cinta ma Pendi, meskipun itu sangat nyakitin hati Juli.

 10 Desember 2005,pagi hari, di kelas

Juli ngerasa Tita marah ama Juli. Padahal Juli dah jelasin kalau Juli ga akan pernah naksir Pendi, apalagi merebut Pendi dari Tita. Apa yang membuat Tita marah?

            10 Desember 2005,malam, menjelang tidur

Tita benar-benar marah ma Juli. Ia ga mau Juli ajak ngomong. Ermi, Zannah, Ellis, dan Teten ikut-ikutan diemin Juli. Padahal kan tanggal 12 besok acara outbound, trus Juli ga da temen, donk. Ga pa pa. Yang penting Juli ga ngelakuin kesalahan. Besok Juli bisa bantu-bantu Bu Laura. But, jet zet jadi ga kompak lagi. Gimana donk? Juli bingung. Kalo kaya gini jadi pengen pulang. Pengen meluk mama. Ma,…Juli kangeeen!

13 Desember 2005

Acara outbound kemaren melelahkan.Tapi Juli seneng. Juli ga jadi ditinggal sendirian. Temen-temen ngajakin Juli dalam satu kelompok.Tapi kenapa pas balik ke asrama, semua diem lagi ya? Juli kan capek dicuekin. Mana badan Juli panas lagi. Kayaknya Juli mau sakit nih.

                                                                        15 Desember 2005

Juli bener-bener sakit. Lemeees banget. Mama bisa ga ya ngerasain Juli sakit. Juli tetep ikut pelajaran kelas meski ga konsen. Tita tahu Juli sakit. Dia bilang mau cariin obat. Tapi sampe ni malem Tita ga muncul-muncul. Temen-temen, kalian di mana sih?

16 Desember 2005

Juli ga masuk kelas. Pintu kamar Juli biarkan terbuka kalau-kalau ada temen yang lewat. Mungkin Juli bisa minta tolong untuk manggilin Bu Laura dan ngasih tahu mama.

17 Desember 2005

Kemaren Ermi lewat depan kamar. Ga masuk, Cuma bilang, “Julia kamu kan lagi sakit, kok pintunya dibuka. Aku tutup ya!” Lalu Ermi pergi. Juli buka pintu lagi. Seharian.

18 Desember 2005

Nana sempat masuk kamar Juli kemaren. Tau badan Juli panas, ia panggil Bu Laura. Juli dibawa ke RS. Mama dateng.

31 Desember 2005

Malam taon baru.Juli seperti terbangun dari mimpi buruk dan bisa nulis lagi. Temen-temen Jet zet ga da yang nengok Juli di RS. Mama nanyain dan Juli ga bisa jawab. Juli nangis. Tuhan, semoga Jet zet ga bubar. Juli udah ga cinta ma Pendi. Juli ikhlas Tita yang pacaran ma Pendi. Tuhan, maafkan Juli telah bikin temen-temen marah dan sakit hati. Tuhan,…

            1 Januari 2006,awal tahun, gerimis pagi-pagi.

Friends; Somebody who share your happiness and burden!

Aku hirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, kemudian menutup lembar terakhir itu.

“ Julia.” Sebutku. “ Maafkan teman-teman, Nak! Ya, teman-teman, friends, teman!” Teman memang bisa berarti banyak hal. Pertemanan  kadang harus dibayar dengan sangat mahal. Friends; Somebody who share your happiness and burden.

(selesai,10 Januari 2006)

(har)

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*