informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Ini Cara Merawat Barang Rajutan Si Kecil

pakaian rajut

Anak kecil pasti nampak lucu jika menggunakan barang-barang rajutan. Ia terlihat lebih unik dan eksklusif. Kerajinan dengan teknik rajut kini mulai tren di masyarakat. Tas, baju, topi, syal, serta beragam aksesori seperti gelang, bros, gantungan kunci dan beragam produk fashion yang dihasilkan dari teknik menyimpul benang itu sangat digemari, meski harganya tak murah. Esklusivitas barang rajut yang mengandalkan keterampilan tangan dan keunikan polanya menjadikan barang ini memiliki nilai tambah tersendiri untuk alternatif kombinasi dalam berpenampilan.

pakaian rajut

Nurul Miftahul Janah, Ketua Komunitas Rajuters Solo yang sudah puluhan tahun berpengalaman dalam dunia benang dan jarum atau hakpen ini membagi beberapa tips merawat barang-barang rajutan.

“Yang jelas barang rajut itu kan musuhnya debu, jadi tips paling pertama yang harus diperhatikan oleh siapa saja yang punya barang rajutan, untuk selalu menjaga barang rajutnya bila tidak terpakai dari serangan debu,” terang Nurul yang juga menjual rajutan dengan brand NJ Rajut ini.

Yang kedua, jika terkena debu, jangan langsung dicuci. Bila masih belum terlalu kotor, bisa di bersihkan menggunakan penyedot debu atau hairdryer dingin, lanjutnya.  Akan tetapi jika sudah kotor sekali, barang rajut itu bisa dicuci.  Caranya, celupkan barang rajut ke dalam air yang sudah dicampur pelembut atau pewangi saja, penggunaan deterjen diperbolehkan, tetapi tidak dalam frekuensi yang terlalu sering.

Penggunaan mesin cuci sangat tidak dianjurkan. Direndam sebentar kemudian diperas dengan lembut, setelah sebelumnya dibilas jika menggunakan deterjen. “Jangan seperti memeras cucian biasanya, karena bisa merusak tekstur benang,” jelas ibu satu anak ini sembari tersenyum.

Langkah selanjutnya, bisa dikeringkan dengan cara diangin-anginkan, jangan terkena sinar matahari langsung, karena bisa mengakibatkan pudarnya warna benang.  Dan saat penjemuran, sebaiknya jangan digantung pada hanger atau tempat penjemuran baju, karena beban air pada bahan rajut bisa merubah model. Jadi jangan kena matahari langsung dan jangan digantung, tapi diletakkan saja pada tempat yang rata, intinya jangan digantung.

Dalam keadaan basah ini pula bagian-bagian barang rajut yang sudah melar bisa “dibetulkan”, dengan cara dibentuk kembali jika ada kerah yang asimetris atau bagian bawah baju yang miring bisa ditarik untuk disesuaikan kembali bentuknya.

“Yang terakhir, setelah kering, kalau tidak dipakai, disimpan pada tempat yang kering dan itu tadi, jangan sampai terkena debu.  Kesimpulannya, rajut itu yang penting diperlakukan dengan lembut dan hati-hati. Tetapi jangan takut pula untuk memakainya, jangan karena hati-hati terus tidak dipakai.

Terakhir, barang rajut jangan disetrika, karena benang yang biasa digunakan dalam kerajinan rajut akan rusak kalau terkena panas dari setrika,” tutup Nurul, mengakhiri perbincangan mengenai tips merawat barang rajut ketika ditemui di rumahnya di kawasan bandara Adi Sumarmo, Solo, Kamis (26/03/2015) lalu.

 

sumber: terasolo.com

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*