informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Membentuk Anak Tekun Menjadi Kunci Sukses

kiat mendorong anak menjadi tekun
kiat mendorong anak menjadi tekun

Anak tekun merupakan modal yang penting untuk meraih sukses. Anak tekun tidak akan mudah menyerah dengan kegagalan. Setiap kegagalam yang dialami menjadi guru paling berharga karna kita jadi punya banyak belajar.

Kecenderungan pada jaman sekarang segalanya menjadi instan, menyebabkan anak-anak jaman sekarang kurang memiliki ketekunan. Agar mereka termotivasi dan memiliki ketekunan, cara-cara ini bisa anda coba.

  • Keseimbangan penting bagi anak pra sekolah. Mereka baru memahami rewards/penghargaan dan hukuman, belum memiliki kedasaran bahwa tugas atau sebuah pekerjaan harus dislesaikan dengan tuntas. Jika ia belum berhasil menyelesaikan tugasnya dengan tuntas, anda bisa membibingnya untuk menuntaskannya. Dengan teladan ini, kita sedang berusaha mendukungnya dan menghindarkan ia dari kemarahan kita.
  • Pekalah terhadap anak. Jika yang kita harapkan dari mereka terlalu rendah maka anak kurang tertantang untuk mengembangkan potensinya. Jika terlalu tinggi, maka ia akan takut gagal.
  • Salah satu cara menerapkan prinsip yang benar, bacakan cerita anak populer yang menekankan dan menghargai ketekunan. Seperti kelinci yang balap lari dengan kura-kura. Anak yang lebih besar bisa membaca kisah Thomas Alfa edison, Madame Cure yang karena ketekunannya bisa menemukan sesuatu.
  • Di usia sekolah dasar, motivasi dengan saling mendukung da saling memuji. Perkenalkan dengan moto dan peribahasa yang berkenaan dengan ketekunan. Kutip ayat-ayat suci dan juga kisah-kisah lainnya.
  • Ingatkan anak akan keberhasilanya mencapai sesuatu. Berikan pujian dan hadiah atas usaha dan ketekunan yang luar biasa. Secara konsisten berikan teladan bagaimana kita sendiri menepati komitmen.
  • Pada usia remaja, tuntutlah mereka agar konsisten terhadap tugas sehari-hari seperti pekerjaan rumah, memelihara benda miliknya, menepati janjinya dan lain-lain. Jika dia gagal, biarkan dia menanggung akibat dan konsekuensi dari tindakannya. Namun tetaplah beri perhatian dan kasih serta dukungan.

Ada kondisi-kondisi dimana mungkin sesuatu berada diluar kemampuan kita, terlalu berat, menuntut adn tidak menyenangkan sama sekali. Bagaimana agar anak memutuskan berhenti melakukan sesuatu tanpa menjadi orang yang mudah menyerah? Pertimbangkan beberapa hal berikut ini:

  • Pada awalnya sebenarnya gagasan siapakah kegiatan tersebut? Jika memang bukan pilihan anak sendiri, maka izin untuk berhenti bisa lebih mudah diberikan. Jika anak sendiri yang tadinya meminta, kita harus memintanya untuk lebih keras berusaha dan tekun mencoba.
  • Sadarkan anak agar memegang komitmen sepenuhnya sehingga dia tidak mudah menyerah.
  • Lebih baik dan terhormat menlng anak untuk bertanggungjawab dengan menyatakan secara jujur dan tegas “saya tidak menyukainya” atau “saya tidak mau” daripada mereka pura-pura lupa dan melarikan diri dari tanggungjawab karena tidak berhasil.
  • Keadaan dapat mengubah haluan utamanya Tanyakan dan perhatikan apakah ada indikasi terselubung tentang faktor negatif yang membuatnya patah semangat.

Demikian beberapa cara membentuk anak tekun. Semoga bermanfaat ya 🙂

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*