Info Pendidikan Indonesia>

Mengatasi Bayi Hanya Menyusu Satu Payudara



panduan menyusui bayi baru lahir

Beberapa ibu mengeluhkan bayinya yang hanya mau menyusu satu payudara. Padahal, menyusu pada dua payudara memberikan banyak manfaat baik bagi ibu menyusui maupun untuk bayi. Bayi yang menyusu pada kedua payudara dapat membuat bentuk payudara ibu berbentuk seimbang. Bila tidak, payudara ibu bisa besar sebelah. Bagi bagi, bayi yang hanya menyusu satu payudara kehilangan kesempatan mengeksplorasi dekapan ibu. Bayi yang menyusu satu payudara hanya akan didekap dengan satu posisi.

Mengapa bayi hanya menyusu satu payudara?

Beberapa bayi yang hanya menyusu satu payudara biasanya disebabkan oleh beberapa hal berikut;

  • Payudara memiliki aliran yang terlalu deras atau malah terlalu lemah.

Pada dasarnya payudara kanan dan kiri memiliki sistem produksi yang berbeda, meski tidak selalu demikian. Nah, perbedaan produksi ini bisa mengakibatkan bayi lebih menyukai satu payudara ketimbang payudara lain.

  • Perbedaan anatomi payudara.

Bentuk payudara setiap wanita berbeda, bahkan payudara kanan dan kiripun bisa memiliki bentuk yang berbeda pula. Selain itu, puting dan aerola yang merupakan kunci menyusui juga memiliki bentuk berbeda. Maka, dari perbedaan anatomi ini sikecil akan merasakan bahwa payudara satu berbeda dengan payudara lainnya. Kadangkala, anatomi payudara ibu yang berbeda dapat membuat sikecil kesulitan dalam melakukan pelekatan. (baca juga: cara melakukan pelekatan yang benar).

  • Preferensi bayi

Beberapa bayi mungkin lebih nyaman dengan dekapan posisi tertentu. Maka, ia lebih nyaman menyusu satu payudara.

  • Preferensi ibu

Beberapa iu juga lebih nyama dengan salah satu posisi. Biasanya ibu lebih nyaman ketika mendekap bayi diposisi kiri sehingga menjadi kebiasaan hanya menawarkan pada satu payudara saja.

  • Adanya luka/bekas luka payudara.

Bedah payudara atau luka pada payudara dapat mempengaruhi produksi ASI sehingga mempengaruhi kecenderungan bayi dalam menyusu.

  • Adanya birth injuries

Pada saat melahirkan mungkin bayi mengalami birth injuries atau uka yang diakibatkan oleh proses kelahiran. Perlu adanya pemeriksaan khusu jika bayi menolak menyusu satu payudara ketika baru lahir. Kemungkinan luka tersebut dapat membuat bayi merasa tidak nyaman ketika menyusu pada payudara tertentu.

  • Bayi menolak menyusu satu payudara secara tiba-tiba

Jika bayi menolak menyusu pada satu payudara secara tiba-tiba, mungkin ada beberapa hal yang melatarbelakanginya. Misalnya, bayi mengalami infeksi telinga, hidung tersumbat, bekas imunisasi atau penyakit lain yang membuat bayi merasa sakit ketika menyusu pada payudara tertentu. Atau malah payudara ibu yang mengalami infeksi sehingga membuat ASI terasa lebih asin.

Bagaimana mengatasi bayi yang hanya menyusi satu payudara?

  1. Pastikan bahwa bayi anda dalam keadaan sehat
  2. Jika produksi Asi pada payudara anda lebih sedikit, utamakan menawarkan payudara yang kecil pada bayi. Semakin payudara dihisap sikecil, produksinya akan semakin lancar dan cepat. Atau anda bisa memerah payudara yang lebih kecil secara teratur.
  3. Bujuk bayi menyusu pada payudara yang tidak ia sukai. Caranya;
  • Biasanya bayi menolak menyusu payudara kanan karena tidak nyaman dengan posisinya. Maka, anda bisa mencba menyusui sikecil dengan posisi menyusui seperti saat menyusui dengan payudara kiri. Cobalah posisi cross cradle atau posisi football hold. Begini posisinya;
posisi menyusui cross cradle
posisi menyusui cross cradle
posisi menyusui footbal hold
posisi menyusui footbal hold
  • Susui bayi anda dengan posisi yang variatif agar bayi tidak bosan dan merasa nyaman.
  • Pastikan bahwa tempat anda menyusui tenang dan nyaman.
  • Anda juga bisa menyusui bayi dengan payudara yang tidak ia sukai sambil mengendong atau mengayunnya.
  • Anda juga bisa menyusui sikecil dengan payudara yang ia tlak ketika ia setengah mengantuk.
  • Selalu bentuk komunikasi yang baik dengan sikecil. Percayalah bahwa dia bisa mengerti apa yang anda katakan.
  • Lakukan dengan penuh kesabaran.
  • Jika masih tidak berhasil, anda bisa berkonsultasi dengan konselor laktasi.



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*