Info Pendidikan Indonesia>

Proses Perkembangan Motorik Halus pada Bayi



main balok

Kemampuan motorik halus merupakaan kemampuan yang berhubungan dengan ketrampilan fisik yang melibatkan ototo-otot kecil, koordinasi mata dan tangan. Syaraf motorik halus ini dapat dilatih, dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan yang kontinyu secaraa rutin.  Seperti bermain puzzle, menyusun baalok, memasukkan benda kedaalam lubang sesuai dengn bentuknya, membuat garis, melipat kertas dan sebagainya.

Kecerdasan mtorik halus aanak berbeda-beda. Dalam haal kekuatan maupun ketepatannya. Perbedaan ini juga dipengaruhi pembawaan anak dan stimulasi yang didapatkannya. Lingkungan atau orang tua mempunyai pengaruh besar dalam kecerdasan motorik halus anak. Lingkungan dapat meningkatkan atau malah menurunkan taraf kecerdasan anak terutamaa pada masa golden age-nya.

Setiap anak mampu mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal asalkan mendapatkan stimulasi atau rangsangan yang tepat. Disetiap fase anak membutuhkan rangsangan untuk mengembangkan kemampuan mental dan motorik halusnya. Semakin banyak yang didengar dan dilihat anak semakin besar rasa ingin tahunya. Jika kurang mendapatkan rangsangan atau stimulus anak akan bosan. Tetapi bukan berarti anda boleh memaksa sikecil. Bila sikecil terlihat bosan, maka anda perlu berhenti dahulu dalam memberikan rangsangan pada sikecil. Tekanan, persaingan, penghargaan, hukuman atau rasa takut dapat mengganggu usaha yang akan dilakukan sikeci.

Berikut beberapa tahap/proses perkembangan motorik halus pada bayi berdasarkan usianya.

a. Usia 6-9 bulan

  1. Mampu menggerakkan tangan dengan baik serta mengunakannya untuk mengeksplorasi benda-benda kecil disekelilingnya.
  2. Mulai mengamati sertaa mempelajari bentuk dan ukuran benda yang dipegangnya.
  3. Mampu meraih dan memegang benda yang disukainya dengan satu atau dua kali upaya untuk meraihnya.
  4. Mulai melihat kemudian meraih dan memegang benda-benda kecil.
  5. Mulai belajar memegang cangkir dan meminumnya.
  6. Mampu memindahkan benda yang ddipegangnya dari datu tanga ke tangan yang lainnya.

b. Usia 9-12 bulan

  1. Senang mengambil dan membuang benda, serta belajar menjatuhkan benda dengaan baik. Ia pun senang mengamati arah benda yang dijatuhkannya.
  2. Mulai belaajar mengambil dan bermain dengan makanannya saat acara makan berlangsung.
  3. Mulai belajar menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil dan memegang benda-benda yang berukuran kecil.

c. Usia 3 tahun

  1. Menggambar mengikuti bentuk.
  2. Menrik garis vertikal, menjiplak bentuk lingkaran.
  3. Membuka dan menutup kotak.
  4. Menggunting kertas mengikuti pola garis lurus.

d. Usia 4 tahun

  1. Menggambar sesuatu yang diketahui, bukan yang dilihat.
  2. Mulai menulis sesuatu dan mampu mengontrol tangannya.
  3. Menggunting zig zag, melengkung, mampu membentuk sesuatu dengan lilin

d. Usia 5 tahun

  1. Melipat
  2. Menggunting sesuai pola
  3. Menyusun mainan konstruksi bangunan
  4. Mewarni lebih rapi, tidak keluar dari garis
  5. Meniru tulisan



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*