informasi ibu dan anak, parenting, keluarga, bayi, kehamilan>

Tips Mengajarkan Sikap Bersyukur Pada Anak

Kadangkala kita menemukan kasus bahwa anak-anak sulit berterimakasih meski telah sering kita ajari. Yang mungkin terjadi adalah bila seorang anak mengatakan terimakasih dengan tulus, dia merasa dirinya mudah diserang karena terlalu terbuka. Sebab hal itu merupakan ungkapan bahwa dia bergantung kepada orang lain. Karenanya penting bagi kita untuk tidak menghilangkan sedikit perasaan berterimakasih dengan gaya orang dewasa. Sensitiflah agar kita bisa menerima gaya anak saat berterimakasih.

Juga sadarilah bahwa rasa syuku dan berterimakasih itu tidak diminta. Membuat mereka merasa bersalah karaena tidak berterimakasih bukan sesuatu yang bijak. Lakukan saja pendekatan personal untuk mencari tahu penyebabnya. Dengarkan dengan baik, apakah karena perasaan takut, kurang nyaman, marah, ingin membalas dendam atau mencari perhatian. Kemudian penuhi kebutuhannya sehingga dia merasa bersyukur kembali. Mmereka akan menghhargai kita kerana kasih tanpa syarat yang kita berikan kepadanya.

Beberapa cara untuk membangkitkan rasa terimakasih dalam diri anak antaralain;

  • Pada anak usia prasekolah, kebanyakn ucapan terimakasih dinyatakan untuk memperoleh pujian karena telah bersikap manis. Kita dapat menyatakan pujian dengan leluasa, maka pujilah anak anda ketika berhasil menyatakan terimakasih.
  • Mainkan bersama anak kecil, ungkapan terima kasih terhadap anggota tubuh. Misalnya “terimakasih kaki, karena telah kuat mengantarku berjalan ke sekolah”
  • Buatlahh tradisi memberi kartu ucapan terimakasih buatan sendiri. Sesekali luangkan waktu untuk membuat kartu atau tulisan sederhana atas kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan orang lain untuk kita, yang mungkin kita anggap sepele.
  • Ajak anak-anak anda untuk mengubah syair atau lagu sederhana yang mengunggkapkan terimakasih dengan kreatif.
  • Gunakan permainan abjad. Misal dalam perjalanan mobil, secara bergiliran pikirkan hal-hal yang patut disyukuri untuk apel, air dst
  • Bagi praremaja, jika kebutuhan terpenuhi biasanya responnya lebih cepst dlam berterimakasih. Baik ketika mendapat hadiah ataupun mendapat bantuan.
  • Hadiah yang berupa penghargaan, kepercayaan dan juga waktu sangat penting bagi remaaja. Mereka sebagai individu yang sering memusatkan pada dirinya sendiri akan senang dan berterimakasih akan hal-hal ini.
  • Saat makan bersama menjadi waktu yang tepat untuk mengajarkan syukur kepada Tuhan. Dan saling mengucapkan terimakasih satu sama lain.

Agar rasa syukur sopntan dan berkesinambungan, terdapat dua kunci penting. Pertama, seberapa sering dan terbukanya kita saling menyatakn perasaan penghargaan terhadap pasangan maupun anggota keluarga lain. Kunci lainnya adalah seberapa sering kita mengungkapkan penghargaan terhadap anak tas apa yang dilakukannnya. Dengan berbuat demikian, kita telah mengokohkan perasaaan harga diri pada anak. Ketika anak merasaa lebih yakin dihargai dan direstui, maka dia dengan leluasa menyatakan terimakasih pribadinya kepada orang lain.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan lupa bookmark untuk memudahkan berkunjung kembali. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar. Mari berjejaring dengan kami di Facebook dan Google+


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*